Category Archives: Berita

Pascasarjana Rebut Posisi Runner-Up Sepak Bola

Pertandingan pada gelaran Muharram Cup 2019 usai pada Senin sore, 2 September 2019 kemarin. Acara perlombaan rutin ini melibatkan seluruh komponen Universitas Darussalam mulai dari dosen, tenaga kependidikan, staff dan mahasiswa baik strata satu atau pascasarjana. Seluruh peserta terlibat aktif dalam berbagai perlombaan yang diselenggarakan.

Dari cabang olahraga ada beberapa cabang yang dilombakan. Di antaranya sepak bola, bola basket, futsal, takraw, tenis meja, bulu tangkis, voly. Lomba-lomba ini adalah lomba yang diikuti oleh hampir semua tim. Pada cabang-cabang ini tim pascasarjana dapat bersaing dengan cukup baik dalam dua cabang olah raga, sepak bola dan futsal. Pada cabang futsal tim pascasarjana dapat mencapai babak semifinal. Namun harus tumbang saat berhadapan tim tarbiyah dan gagal melaju ke final.

Kondisi berbeda terjadi pada cabang sepak bola. Di cabor ini tim pascasarjana berhasil melewati hadangan tim tarbiyah untuk melangkah ke final melawan tim FEM (Fakultas Ekonomi dan Manajemen). Sebelumnya pascasarjana telah berhasil menaklukan tim Saintek dengan kemenangan besar 7-0 untuk masuk ke babak semifinal.

Baca juga:

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Tim Pascasarjana Mengalami Kekalahan pada Laga Kedua Futsal

Laga final antara tim pascasarjana melawan tim FEM berjalan sangat seru. Pada pertandingan yang diselenggarakan senin sore lalu ini tim pascasarjana langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Dengan strategi ini pascasarjana berhasil menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya gol bersarang terlebih dahulu di gawang FEM, kedudukan 1-0 untuk keunggulan pascasarjana. Keunggulan ini bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua tim pascasarjana tetap menekan namun tidak dapat menambah keunggulan. Dengan semangat pantang menyerah tim FEM berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir babak kedua. Pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Akhirnya tim FEM berhasil menang dramatis dengan tiga sesi babak penalti. Dan pascasarjana berada di peringkat kedua atau Runner-Up.

Lomba-lomba lain

Pada Muharram Cup tahun ini terdapat lomba yang berbeda. Ada lomba panahan dan panjat pinang. Pada perlombaan panahan tim pascasarjana berhasil sampai ke babak semifinal. Sedangkan pada perlombaan panjat pinang pascasarjana tidak mengutus timnya. Dan pada lomba-lomba lainnya tim pascasarjana tidak dapat berbicara banyak. Pada bebrapa cabor pascasarjana gugur pada pertandigna pertama.[Atqiya]

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Pembukaan FNL: Makna dan Hikmah Perjalanan Hijrah Nabi

Tim Pascasarjana Mengalami Kekalahan pada Laga Kedua Futsal

Tim futsal pascasarjana melakukan laga lanjutan pada sore tadi, Sabtu 31 Agustus 2019. Laga ini adalah laga kedua tim pascasarjana. Laga yang berlangsung pada pertandingan kedua sore itu berakhir dengan kekalahan tim pascasarjana melalui adu penalti.

Pada laga ini tim pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Tarbiyah. Skuat pascasarjana terdiri dari Helmi, Alif, Mahmud, Reyhan, Haikal, Rodhi dan Ghofur.

Setelah berhasil unggul satu bola pada babak pertama, tim tarbiyah kebobolan pada babak kedua. Meski dapat menyamakan kedudukan tim pasca tidak mampu menambah satu bola pada sisa babak kedua untuk mengunci kemenangan atas tim tarbiyah.

Dengan skor imbang satu-satu, pertandingan dilnajutkan ke babak adu penalti. Tim penendang dari pascasarjana adalah Alif, Fadli dan Helmi. Giliran menendang pertama didapatkan oleh tim tarbiyah. Pada kesempatan kedua tim tarbiyah berhasil menjebol gawang pascasarjana yang dijaga oleh mahmud.

Penendang pertama dari tim pascasarjana adalah Alif yang berhasil membalas gol tarbiyah. Pada kesempatan selanjutnya tarbiyah kembali menjebol gawang pascasarjana. Sayangnya, pascasarjana tidak dapat membalas gol kedua ini. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tarbiyah. Pada kesempatannya yang ketiga penendang tarbiyah, Akbar, kembali menjebol gawang pascasarjana yang sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Pertandingan Pertama Menang

Pada laga perdana cabang futsal tim pascasarjana berhasil mengantongi kemenangan. Pada laga awal ini pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Saintek. Saat itu tim pascasarjana juga melalui proses panjgan sampai babak adu penalti untuk mengunci kemenangan.

Pertandingan berjalan sengit. Saling serang terjadi sepanjang pertandingan. Beruntung bagi tim saintek karena merak berhasil mencuri keunggulan pertama. Satu bagi santek dan kosong bagi pascasarjana. Tidak lama berselang tim pascasarjana berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan tim pascasarjana berhasil membalikan keadaan. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan pascasarjana.

Namun sayangnya pascasarjana tidak mampu mempertahankan keunggulan satu bola ini sampai akhir pertandingan. Pada akhir babak kedua tim saintek berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksa tim pascasarjana berduel kembali pada babak penlati.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola 

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Dalam adu penalti saat itu juga terjadi pertandingan yang sengit. Masing-maisng tim memilih tiga orang penendang. Seluruh penendang dari kedua tim berhasil menyarangkan bola ke gawang. Membuat kedudukan akhir dalam drama adu penalti tersebut manjadi 3-3.

Untuk menentukan pemenang, pertandingan dilanjutkan dengan babak tambahn untuk tendangan penalti yang terakhir. Berbeda dengan mekanisme adu penalti pada babak sebelumnya. Pada babak ini hanya ada satu kali kesempatan menendang. Karena itu dilakukan undian menggunakan koin. Pemenang undian berhak untuk memnentukan posisi sebagai eksekutor penalti atau penjagawa gawang.

Pemenang undian saat itu adalah tim santek. Saintek memilih untuk menjadi penjaga gawang dan memberikan kesempatan menendang bagi tim pascasarjana  kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh penendang terakhir tim pascasarjana dengan menjebol gawang saintek. Dengan gol ini tim pascasarjana berhasil mengunci kemenangan atas tim saintek. Namun kemenangna dan keberuntungan ini tidak berlanjut pada fase setelahnya.[Atqiya]

Lainnya dari Pps Unida:

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an

Membicarakan Waktu: Apakah Waktu Itu?

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Pada pekan lalu, Rabu 21 Agustus 2019, tim pascasarjana melakukan laga persahabatan berasama tim Lecturer Football Club (LFC). Pertandingan ini dilaksanakan sebagai persiapan untuk menghadapi Muharram Cup yang digelar pada Jum’at 30 Agustus 2019 sampai Senin 2 September 2019 mendatang. Laga ini dilaksanakan di lapang hijau Unida Gontor.

Pertandingan berjalan cukup seru. Permainan berimbang di antara kedua kubu. Jula beli serangan terjadi sepanjang laga. Pascasarajan akhirnya berhasil membobol gawang skuat dosen. Keunggulan satu bola bagi pascasarajan.

Keunggulan ini terus bertambah seiring perjalanan pertandingan. Pascasarajan berhasil mencetak gol keduia. Akhirnya pertandingan ini berhasil dimenangkan oleh tim pascasaraja dengan skor 3-0.

“Ini bisa menjadi laga persiapan sebelum bertanding dalam Muharram Cup”, terang Dhiaul Fikri, ketua dema pascasarjana.

Kalah pada Laga Persahabatan Kedua

Tiga hari setelah pertandingan persahabatan melawan dosen, skuat pascasarjana kembali mengadakn laga persahabatan. Kali ini tim sepakbola Gontor Dua atau Gorda FC. “Jum’at nanti kita akan melakukan laga persahabatan lagi melawan Gorda”, terang Fauzul Halim, ketua dema pascasarjana yang pernah mengajar di Gontor kampus dua.

Pada pertandingan kali ini pascasarjana belum berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Gorda. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim Gorda. Tim pascasarjana menderita kekalahan telak dua gol tanpa balas.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola 

Laga yang digelar di lapangan sepak bola Pondok Modern Darusslam Kampus Dua ini menjadi pelajaran berharga untuk tim pascasarjana. Kekalahan ini memotivasi skuat pascasarjana untuk terus berlatih demi menyambut Muharram Cup.

Sebagai persiapan lain, pascasarjana rutin menggelar pertandingan futsal internal seminggu sekali. Pertandingan internal ini juga bertujuan untuk memupuk kebersamaan di antara pemain dalam tim pascasarjana.[Atqiya]

Dilema Film Religi Tantangan bagi Sineas Muslim: Sebuah Opini

Pembukaan FNL: Makna dan Hikmah Perjalanan Hijrah Nabi

Teknologi Sebagai Pembingkai Realitas: Meminjam Kacamata Heidegger

Bagian Kedua dari Teknologi Sebagai Pembingkai Realitas

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola

Rentetan acara Muharrom cup di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo telah berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua ini tim pascasarjana memenangkan laga perdananya di cabang sepakbola melawan tim staff Unida Gontor. Tim pascasarjana berlaga pada Sabtu, 31 Agustus 2019 pagi.

Mendapatkan jadwal pada pertandingan kedua pada pagi itu, tim pascasarjana berhasil mengungguli tim lawan dengan skor akhir 2-1. Permainan berlangsung cukup alot dengan keunggulan tim staff Unida pada babak pertama dan paruh awal babak kedua. Skor satu kosong yang bertahan cukup lama berhasil dibalikan oleh tim pascasarjana pada paruh akhir babak kedua.

Pada babak paruh kahir babaka kedua tim pascasarjana mampu memberikan gol balasan dan menutup pertandinga dengan keunggulan satu gol. Gol pertama dicetak oleh pemain tengah tim pascasarjana dari prodi HES, Ghafur Qubaisy setelah mendapatkan umpan dari Bima, pemain dari prodi AFI. Setelah sebelumnya tertinggal satu bola selama lebih dari satu babak. Mendapat umpan dari pemain yang sama, Helmy Fauzi, mahasiswa prodi HES sekaligus kapten kesebelasan berhasil menjebol gawang lawan. Skor 2-1 bertahan sampai pertandinga usai.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Laga kali ini mahasiswa pascasarjana prodi PBA tidak dapat mengikuti pertandingan. Mereka harus mengikuti perkuliahan di Yogyakarta bersama Prof. Syamsul Hadi. Pada laga lanjutan pada Ahad pagi 1 September 2019 esok, tim pascasarjana akan berhadapan dengan tim Fakultas Tarbiyah. Dan diharapakan mahasiswa prodi PBA telah bisa ikut andil dalam pertandingan ini. Keikutsertaan mereka akan memberi tamabahan tenaga bagi skuat pascasarjana. Jika mampu melewati hadangan tim Tarbiyah, tim pascasarjana akan lolos ke babak semi final.

“Setelah ini istirahat, karena sore nanti kita akan melakukan pertandinga kedua di cabang futsal”, tegas Helmy, kapten kesebelasan pada saat peregangan otot setelah pertandingan usai.[Atqiya]

Al Ustadz KH. Ahmad Suharto: Benarkah Kita Merdeka?

Seminar Pada HUT RI: Antara Keindonesiaan dan Keislaman

Infinite (Tak Terbatas) ∞

Sejarah Angka: Bagaimana Angka Muncul dan Berkembang

Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penelitian Tesis Magister (PTM)

Kumpul PTM

UNIDA Gontor – 20 Agustus 2019 pukul 08.30, pertemuan tersebut diadakan di Ruang Senat Universitas. Dr Setiawan membuka pertemuan dan memberikan pendahuluan seputar proposal pengajuan dan pelaksanaannya. Kemudian, beliau mempersilakan kepala LPPM Dr Fajar Pramono untuk melaporkan kendala atau progres penelitiannya.

Dr Fajar menyampaikan bahwa PTM kali cukup mendapatkan lompatan kemajuan, karena itulah dapat melibatkan dosen pembimbing sejumlah 68 orang dengan 25 judul. Karena itulah, kadangkala koordinasi belum terlaksana dengan lancar. Selain itu, karena juga berbagai kesibukan dosen tersebut dalam berbagai sektor.

Untuk penelitian terbaru; masih 9 proposal yang baru masuk di simlitamas. Di ristek dikti, ada 43 usulan baru dan 39 nya telah disetujui dengan 9 kerjasama antar perguruan tinggi dan 24 Penelitian Dosen Pemula serta 10 lainnya berupa pemula atau terapan.

Tujuan program ini diantaranya publikasi dosen-dosen dan percepatan Penelitian Tesis. Luarannya berupa prosiding Internasional, jurnal Nasional Sinta 1 hingga 4 dan model lain seperti bahan ajar, peraga, dan terkait HAKI. Program ini didukung dana dari pemerintahan. Artinya, terdapat 2 pertanggungjawaban; yakni tanggung jawab akademik dan administrasi.

Ukuran kesuksesannya adalah: 1) publikasi ilmiah dan 2) penyerapan anggaran penelitian. Dalam kegiatan, pengeluaran adalah: 1) bahan 2) pengumpulan data 3) analisa data dan 4) publikasi. Karena itulah, tidak ada problem bagi yang penelitiannya sudah selesai; karena tujuannya adalah publikasi ilmiah.

Baca juga: Al Ustadz KH. Ahmad Suharto: Benarkah Kita Merdeka?

Hal yang baru, bahwa Gontor mendapat kesempatan bahkan menjadi model untuk program ini. Sebenarnya, keuntungannya akan kembali kepada kampus dan civitads akademi di dalamnya; oleh karena itu, program ini perlu disosialisasikan dan dipahami dengan baik. Karena, hal yang sangat baru akan mengakibatkan kurang pahamnya mahasiswa yang dibimbing, bahkan hingga dosen juga ada yang perlu mendapat arahan dan koordinasi lebih.

Dalam hal keuangan, membawa amanah 2 miliar bukanlah mudah. Apalagi, basis program ini adalah luaran dan penyerapan anggaran. Namun, ini membutuhkan kerjasama tinggi dari dosen-dosen dan kerja keras dari mahasiswa terkait.” Demikian Dr Fajar Pramono menyelesaikan laporannya.

Prof Amal Fathullah menyatakan bahwa “program ini, perlu koordinasi yang jelas; bahkan hingga jika terdapat keberatan atau keluhan dan kendala juga perlu diselesaikan sejelas jelasnya. Riset ini adalah ujung tombak universitas. Dan akan menjadi indeks prestasi kita, dan Saya pun harus tahu, karena saya turut bertanggungjawab di sini.”

“Dalam administrasi terkait perjalanan dinas, soal pelaporan mesti diluruskan dengan cara kita, namun diusahakan agar sesuai aturan di ristekdikti. Agar kita selamat lahir batin. Maka, jangan sampai kita korbankan prestasi yang akan kita bangun melalui program penelitian ini.” Demikian arahan beliau.

Dr Syamsuri menyampaikan bahwa “program ini adalah amanat yang besar. Karena awalnya kami hanya tahu sedikit, lantas kami undang tim LPPM. Hal ini, kami anggap penting diadakan demi peningkatan kualitas Tesis, penguatan publikasi, hingga penyelesaian Tesis. Awalnya pun kami mendorong sekitar 15 proposal. Selain itu, mencarikan dosen pembimbing yang memenuhi kualifikasi dikti juga tidak mudah. Namun akhirnya kami bisa memenuhinya.”

Di akhir sesi, diadakan tanya jawab dosen dan mahasiswa seputar teknis dan pelaksanaan luaran dan administrasi dana penelitian. Dari pertemuan ini, Prof Dr Amal Fathullah Z berharap bahwa kegiatan penelitian tidak boleh terkendala administrasi atau laporan wajib lainnya.[Taqiyuddin]

Lainnya dari Pps Unida:

Membicarakan Waktu: Apakah Waktu Itu?

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kesan Tamu Gontor

UNIDA Gontor – Gontor selalu memberi kesan yang mendalam bagi siapa saja yang datang berkunjung. Baik itu tamu, wali santri, calon wali santri atau para santri baru. Banyak kesan baik yang membekas dan terkenang oleh para tamu yang berkunjung ke Gontor.

Kesan yang dirasakan pun beragam. Ada yang tekesan dengan cara Gontor menyambut tamu. Keramahan tuan rumah atau kemeriahan penyambutan yang diberikan oleh Gontor. Juga ada yang terkesan dengan kehidupan santri dan pondok secara umum. Lainnya terkesan dengan sistem pendidikan Gontor.

Seperti kesan yang disampaikan oleh Duta Besar Inggris untuk Indenesia Moazzam Malik dalam acara perpisahan sebelum kembali ke Inggris dan melepas jabatannya. “Pembahasan tentang Gontor menjadi salah satu poin yang disampikan beliau dalam acara tersebut,” jelas uztadz Taufiq Affandi di masjid jami’ Unida pada Rabu malam lalu.

Baca juga: Rektor IIUM Beribicara Tentang Kesan Terhadap Gontor

Berbagai kesan ini menunjukan bahwa di Gontor terdapat sisi-sisi positif. Sisi positif ini juga dilihat oleh Prof. Marin van Bruissen, seorang antropolog dari Belanda. Pada kunjungannya yang pertama kali, Sabtu 17 Agustus 2019, Prof. Martin mendapat kesan yang baik, menurutnya Gontor dan Unida Gontor adalah kampus yang menanamkan nilai-nilai moral yang positif bagi siswanya. “Dan saya sangat terkagum dengan kampus yang menanmkan nilai-nilai moral yang positif kepada siswanya”, tulisnya dalam buku tamu Unida Gontor.

Prof. Martin senang dapat berkunjung ke Gontor dan Unida. Sebelumnya dia telah banyak membaca tentang Gontor dan bertemu dengan alumniya. Dia menulis: “Setalah sudah banyak mendengar dan membaca tentnag Gontor, dan berkenalan dengan banyak alumni Gontor. Akhirnya saya sempat mengunjungi pondok universitas hebat ini”.

Prof. Martin Berfoto Bersama Mahasiswa Pascasarjana

Guru besar dalam kajian tentang Kurdi yang fasih berbahasa Indonesia dan Turki ini juga mengucapkan terimakasih kepada Prof. Amal dan Dr. Hamid yang telah menyambutnya dengan baik. Prof. Martin mengisi seminar tentang “Islam, Nationalism, Transnationalism: Controversies Around Islam Nusantara and NKRI Bersyariah”. Pagi sebelum seminar berlangsung, Professor dari Universitas Utrecht Belanda ini mengikuti upacara peringatan kemerdekaan RI di Unida Gontor.[Atqiya]

 

Lainnya dari Pps Unida:

Mahsiswa Pascasarjana Mengikuti Ujian Komprehensif Bahasa Arab

Hadiah Khusus Dr. Hidayatullah kepada Mahasiswi IZU

Bi`ah Lughawiyah, Faktor Peningkatan Bahasa Arab Mahasiswi IZU Turki

Puisi Pascasarjana: Penampilan Perdana Teras Peradaban

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Kunjungan Prof. Martin

UNIDA Gontor – Program Pascasarjana (Pps) Unida Gontor kembali mendapat amanah sebagai panitia untuk acara visting professor di Unida Gontor. Sebelumnya, pada bulan Juli Pps Unida Gontor menjadi panitia untuk kunjungan Prof. Abdurrahman Abdurrahman an-Naqib dari Universitas Manshura Mesir selama sepekan lebih.

Kali ini Pps akan menjadi Event Organizer (EO) untuk kunjungan Prof. Martin van Bruinessen, seorang antropolog berkebangsaan Belanda. “Kamis pagi, 15 Agustus kemarin tim penjemputan berangkat ke Jogja untuk menjemput Prof. Martin. Rombongan akan bergerak menuju Unida sekitar jam 3 sore dan diperkirakan akan sampai pada pukul 7 malam”, terang Ikhlasul Amal, ketua pelaksana acara.

Amal menjelaskan bahwa Prof. Martin direncanakan akan berada di Unida sampai hari Ahad. Pada hari Jum’at kemarin beliau beserta Prof. Amal Fathullah rektor Unida dan  Dr. Hamid wakil rektor 1 Unida bersilaturahim dengan bapak pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal di kantor pimpinan. “kalau seminarnya nanti hari Sabtu di hall CIOS jam 9.30”, tambahnya.

Baca juga: Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an

 Prof. Martin adalah Guru Besar dalam bidang Studi Kurdi di Universitas Utrecht Belanda. Disamping itu beliau juga melakukan penelitian tentang Indonesia. Karena itu pada Sabtu pagi kuliah umum bersama Prof. Martin akan mengambil tema “Islam, Nationalism, Transnationalism: Controversies Around Islam Nusantara and NKRI Bersyariah”.

Kepakarannya tentang Kurdi membuatnya mampu berkomunikasi dengan bahasa Turki. Karena etnis Kurdi mencakup wilayah Turki, Irak dan Iran. Pada Jum’at malam Prof. Martin makan malam bersama mahasiswi IZU Turki yang sedang mengikuti program bahasa Arab. Ahmad Abdurrafi’i, staff sekretaris rektor menjelaskan bahwa Prof. Martin berbicara dalam bahasa Turki saat bercakap-cakap dengan mahasiswi IZU. “Jadi susah mengerti isi pemibicaraanya”, jelasnya saat dimintai keterangan mengenai isi pembicaraan Prof. Martin dan mahasiswi IZU.

Alfi Mamduh, panitai seksi acara, menjelaskan bahwa kuliah umum nanti akan dihadiri mahsiswa dan mahasiswi Program Pascasarjana. Acara ini akan dimoderatori oleh ustadz Harda Armayanto salah satu dosen fakultas Ushuluddin. “pagi ini mahasiswi putri juga akan ikut acara”, ujar Mulatzim Addin, salah satu panitai, menambahkan penjelasan.[Atqiya’]

Lainnya dari Pps Unida:

Mahsiswa Pascasarjana Mengikuti Ujian Komprehensif Bahasa Arab

Hadiah Khusus Dr. Hidayatullah kepada Mahasiswi IZU

Khot, Media untuk Menumbuhkan Ruh Tasabuq mahasiswi IZU Turki

A Joint Forum Indonesia-Turkey: Wadah Diskusi Mahasiswa HI dan IZU

Mahsiswa Pascasarjana Mengikuti Ujian Komprehensif Bahasa Arab

ujian komprehensifbahasa

UNIDA Gontor – Mahasiswa pascasarjana Unida Gontor mengikuti kujian komprehensif bahasa Arab pada Jum’at pagi 16 Agustus 2019. Ujian ini dilaksanakan di gedung terpadu Unida Gontor lantai tiga. Peserta ujian adalah seluruh mahasiswa pascasarjana semester 3. Peserta ujian terbagi dalam dua ruangan, 320 dan 321.

Panitia pelaksana ujian adalah Lembaga Pusat Bahasa Unida Gontor. “Ujian ini dilaksanakan serentak untuk mahasiswa strata satu dan mahasiswa pascasarjana”, terang ustadzah Ifa, ketua pelaksana ujian. Ujian ini adalah yang pertama kalinya bagi mahasiswa pascasarjana. “Pada tahun-tahun sebelumnya, ujian komprehensif bahasa Arab hanya diikuti oleh mahasiswa strata satu”, ujarnya menambahkan.

Ujian ini mencakup beberapa aspek dalam keterampilan berbahasa. “yang diujikan adalah muthala’ah (reading), ta’bir (merangkai kalimat) dan tarjamah (penterjemahan). Ujian ini cukup menyita waktu dalam pengerjaannya dan alhamdulillah kami dapat menyelesaikannya dengan usaha maksimal”, ucap Alfi Mamduh, salah satu peserta ujian yang pernah ikut program bahasa Arab di Qatar.

Baca juga: Hadiah Khusus Dr. Hidayatullah kepada Mahasiswi IZU

Ustadz Jarman Arroisi menerangkan bahwa dalam rangka peningkatan kualitas mahasiswa pascasarjan Unida Gontor, program pascasarjana mulai menerapkan ujian komprehensif bahasa pada tahun ini. Beliau juga menjelaskan bahwa ini adalah persiapan awal bagi mahasiswa pascasarjana yang akan menulis tesis. Karena di Unida Gontor penulisan tugas akhir baik di strata satu maupun pascasarjana ditulis dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris.

Sebelum lulus dalam ujian ini setiap mahasiswa tidak bisa memulai penulisan tugas akhir. “harus lulus ujian bahasa sebelum mulai menulis, itu untuk S1. Kalau pascasarjana ujian bahasa itu syarat untuk bisa ikut ujian MPA”, jelas Multazim Addin, salah satu staff pascasarjana Unida.

Bagi mahasiswa yang memilih untuk menulis dalam bahasa Arab hanya perlu melewati ujian komprehensif bahasa Arab saja. Dan mahasiswa yang ingin menulis dalam bahasa Inggris harus melewati ujian komprehensif bahasa Inggris disamping bahasa Arab. “lulus bahasa Arab terlebih dahulu. Setelah lulus baru lanjut ujian bahasa Inggris. Jika tidak lulus ujian yang bahasa Arab, tidak bisa ikut ujian yang bahasa Inggris. Karena kelulusan dalam bahasa Arab adalah syarat untuk ikut ujian bahasa Inggris”, terang Ulul Azmi, koordinator mahasiswa pascasarjana dalam ujian kali ini.

Adapun ujian komprehensif bahasa Inggris akan dilaksanakan satu pekan setelah ujian kualifikasi bahasa Arab.[Atqiya’]

Wawancara Ketua Panitia A Joint Forum Indonesia-Turkey

A Joint Forum Indonesia-Turkey: Wadah Diskusi Mahasiswa HI dan IZU

Khot, Media untuk Menumbuhkan Ruh Tasabuq mahasiswi IZU Turki

Wawancara Eksklusif dengan Mahasiswi IZU Turki