Category Archives: Berita

Sosialisasi Aplikasi Virtual Market Tamam.id ke 100 Pesantren

Sosialisasi Tamam

UNIDA –  Kamis, 10 Oktober 2019 UNIDA menyelenggarakan Sosialisasi Aplikasi Virtual Market Pesantren sebagai tindak lanjut kegiatan Soft Launching Virtual Market tamam.id yang diadakan 2 bulan yang lalu. Tamam melaksanakan target jangka pendeknya yang menargetkan seluruh pesantren yang berafiliasi di bawah Gontor untuk saling bersinergi dan melengkapi kebutuhan satu pesantren dengan lainnya. Hal ini diawali dengan mengundang 100 pesantren yang dibagi menjadi 4 sesi dan berlangsung selama 2 hari untuk sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi tamam.id.

Baca juga: Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

Sosialisasi aplikasi tamam.id diselenggarakan di Ruang Multimedia Lt.3 Gedung Terpadu UNIDA GONTOR, dibuka oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi dan sambutan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi M.A., M.Phil serta Dien Mochammad Irvan Idris utusan dari Bank Indonesia pusat. Dalam sosialisasi tersebut Dr. Syamsuri, M.sh selaku pembicara dibantu Tim ITB dan Suitmedia dari Jakarta untuk praktek penggunaan aplikasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pesantren harus mandiri tidak menggantungkan kepada pihak-pihak eksternal dalam pengembangan pesantrennya dan menjadi tempat penguatan ekonomi sebagai wujud pengelolaan kegiatan ekonomi yang terjadi dalam suatu pesantren. Oleh karena itulah, Tamam merupakan aplikasi marketplace yang dibentuk untuk membangun ekonomi umat melalui pesantren.

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Kuliah Pascasarjana Unida Bersama Direktur IESH Paris

direktur IESH Paaris

UNIDA-Sabtu pagi (12/10), Program Pascasarjana UNIDA Gontor menyelenggarakan nadwah ‘ilmiyyah bersama seorang guru besar asal Perancis, Prof. Ahmad Jaballah. Beliau merupakan seorang akademisi muslim kelahiran Tunisia. Namun demikian, beliau telah tinggal di negeri Napoleon Bonaparte tersebut selama kurang lebih empat puluh tahun hingga saat ini.

Prof. Jaballah adalah lulusan Universitas Zaytuna, Tunisia dan melanjutkan studi di Universitas Sorbonne, Perancis. Saat ini, beliau menjadi direktur di Institut Europeen des Sciences Humaines atau IESH Paris, Perancis. Setelah dua kali mengunjungi Indonesia, dalam kali ketiganya ini beliau berkenan untuk bertandang dan mengisi seminar di UNIDA Gontor.

Dalam seminar kali ini, Prof. Jaballah memaparkan tentang kondisi keberagamaan dan pengajaran Islam di Eropa.

Di daratan Eropa, komunitas Muslim saat ini mengalami perkembangan jika dibanding dengan beberapa dekade sebelumnya. Perkembangan itu terlihat dari sisi kuantitas dan kualitas. Jika dulu jumlahnya sedikit, sekarang telah mengalami peningkatan. Di Perancis sendiri, masjid yang dulunya jarang, kini  terdapat kurang lebih tiga ribu masjid di negeri mode dunia tersebut.

Dari segi kualitas, umat Islam mampu bersaing dengan masyarakat Eropa lainnya. Tidak sedikit di antara mereka yang menjadi akademisi, insinyur, anggota parlemen, bahkan masuk dalam jajaran pemerintahan.

Sebagaimana dipaparkan Prof. Jaballah, eksistensi umat Islam di Eropa bermula saat sebagian mereka memutuskan untuk meninggalkan daerah mereka dalam rangka mencari lapangan pekerjaan. Mereka berasal dari negeri bekas jajahan, seperti Tunisia dan beberapa wilayah Afrika Utara lainnya yang merupakan jajahan Perancis. Ada juga dari Pakistan dan India yang merupakan jajahan Inggris. Selain dalam rangka mencari pekerjaan, ada juga yang hijrah ke Eropa dalam rangka mencari perlindungan dan suaka, seperti Syria.

Memang pada awalnya para imigran tersebut statusnya adalah pendatang. Namun, setelah berganti generasi, keturunan mereka bertransformasi menjadi warga negara yang diakui. Tidak hanya itu, banyak di antara mereka yang berkontribusi baik seperti telah diurai sebelumnya.

Baca juga: Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Prof. Jaballah sendiri menyatakan bahwa memang para pendatang dan keturunannya tersebut memiliki komitmen dan visi yang terpuji: membawa kemaslahatan pada negara yang dituju. Ini juga merupakan cara mereka untuk menerapkan ajaran Islam yang damai, sebagaimana disampaikan dalam al-Quran surat al-Hajj ayat 77, “Dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu sekalian beruntung.”

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa berkembangnya umat Islam di Eropa menimbulkan fenomena positif bagia dunia Islam, di antaranya adalah, pertama, kesadaran menutup aurat. Saat ini, pakaian muslim seperti hijab dan gamis mulai banyak diterima, meskipun di beberapa negara masih dicurigai. Kedua, muncul tren makanan halal. Saat ini, untuk mendapatkan makanan bersertifikat hala tidaklah sesulit dahulu, sebab industri makanan mau tidak mau harus melakukan sertifikasi terhadap produknya agar mampu bersaing. Ketiga, munculnya sekolah-sekolah dan yayasan pendidikan Islam.

Banyaknya anak-anak muslim di Eropa menuntut adanya pendidikan Islam. Oleh karena itu, komunitas Muslim mendirikan sekolah-sekolah Islam. Untuk jenjang dasar dan menengah, di Perancis sendiri ada sekolah Islam yang disebut dengan madrasah takmiliyyah. Sekolah ini hampir mirip dengan sekolah sore di Indonesia, di mana pelajaran ilmu syariah diajarkan setelah pembelajaran di sekolah umum usai. Selain itu, ada juga madrasah al-nizamiyah al-islamiyah yang memasukkan pelajaran ilmu syariah dalam kurikulumnya.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, di Perancis terdapat Institute for Islamic Science. Terdapat beberapa fakultas yang disediakan dalam institusi tersebut: misalnya fakultas ushuluddin, fakultas syariah, fakultas bahasa arab, fakultas ilmu al-Quran, dan fakutas humaniora. Semua fakultas tersebut tidak hanya pada jenjang strara satu, tapi juga jenjang magister dan doktoral.

“Di tengah-tengah kondisi Eropa yang marak dengan isu Islamophobia, umat Islam di benua tersebut  terus berupaya berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. Dan hasilnya, eksistensi Islam sedikit demi sedikit mulai diakui.” Begitulah kira-kira apa yang dipaparkan Prof. Jaballah dalam seminar kali ini. [Ahmad Rizqi Fadillah]

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Nobar Film PKI Diadakan oleh Mahasiswa Pascasarjana UNIDA

Al Hisbah, Peranannya dalam Pengawasan Mekanisme Pasar

Laman Pascasarjana Membuat Inovasi Baru dalam Penerbitan Tulisan

Nobar Film PKI Diadakan oleh Mahasiswa Pascasarjana UNIDA

Nobar Film PKI

UNIDA-Dalam rangka memperingati peristiwa sejarah G30S/PKI, Dewan Mahasiswa pascasarjana UNIDA mengadakan acara nonton bareng nobar film pemberontakan PKI. Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan teras peradaban, gedung Ali Universitas Darussalam Gontor pada Senin malam (29/09) kemarin.

Kendati agenda dimulai pukul 20.00 WIB, beberapa orang sudah hadir di tempat sejak setengah jam sebelum acara. Hal ini menggambarkan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan tersebut. Acara semakin semarak dengan kopi panas dan kacang yang disediakan pantia. Turut hadir dalam acara ini, al-Ustadz Dr. Jarman Arroisi selaku dosen dan pembimbing mahasiswa pascasarjana UNIDA.

Berbeda dengan kegiatan nobar pada umumnya, film yang diputar bukanlah film pengkhianatan PKI, melainkan film trisula. “Pada kesempatan ini kita akan menyaksikan versi yang lain dari tragedi PKI.” ujar Fadhil selaku mahasiswa senior dalam sambutannya.

Film yang juga produksi negara ini mereka ulang tragedi pemberontakan PKI di Blitar Selatan dua tahun setelah peristiwa penculikan para jenderal di penghujung September tahun 1965.

Baca juga: Seminar Pada HUT RI: Antara Keindonesiaan dan Keislaman

Setelah PKI gagal, sebagian anggotanya berhasil kabur dari Jakarta dan mereka menjadikan Blitar sebagai basis pertahanan. Alasannya, daerah itu adalah daerah yang luas dengan kondisi alam yang berbukit dan bergua. Ini memudahkan mereka mengatur strategi serta melangsungkan gerilya. Selain itu, kondisi masyarakat sekitar yang rata-rata mengalami kesulitan ekonomi, menjadikan peluang bagi mereka untuk merekrut anggota lebih banyak.

Dalam durasi hampir dua jam, film trisula memberikan  ilustrasi yang jelas tentang bagaimana cara mereka melakukan sabotase untuk merongrong pemerintah yang sah. Akibatnya rakyat kehilangan kepercayaan kepada otoritas negara. Dengan sadis, para anggota PKI melakukan pembajakan terhadap moda transportasi kereta api, memutus jaringan listrik desa-desa, dan merusak bendungan hingga menyebabkan banjir.

Ada beberapa sisi menarik yang dapat diambil dari cerita film itu, di antaranya adalah kepiawaian anggota perempuan PKI yang tergabung dalam Gerwani dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Selain gigih, mereka juga terorganisir dalam bekerja,” ungkap Munar, salah seorang mahasiswa. Sisi menarik lainnya juga dilontarkan oleh Amri, “Mereka militan dan tidak pantang menyerah meskipun bertahan dalam gua dengan keadaan yang serba terbatas.”

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah pertama, memupuk kebersamaan mahasiswa. Dan kedua, mengingatkan kembali para mahasiswa akan peristiwa sejarah agar kedepannya tidak terulang tragedi serupa. “Melalui acara nobar film PKI ini, diharapkan kawan-kawan memahami bahwa ideologi komunis adalah bahaya laten yang tetap perlu diwaspadai agar tidak terjadi kembali peristiwa serupa pada masa yang akan datang,” ujar Habibi, ketua DEMA pascasarjana UNIDA. [Ahmad Rizqi Fadhillah]

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Laman Pascasarjana Membuat Inovasi Baru dalam Penerbitan Tulisan

laman pascasarjana

September baru saja berlalu. Hari ini kita masuk bulan baru. Pada bulan ini laman Program Pascasarjana UNIDA membuat inovasi baru. Akan ada perubahan dalam mekanisme penerbitan tulisan.

Pada bulan-bulan sebelumnya, setiap tulisan diterbitkan secara harian berdasarkan tulisan yang masuk ke redaksi Pascasarjana. Tulisan yang dikirimkan akan direview untuk kemudian diterbitkan pada hari yang sama atau keesokan harinya. Dengan cara ini jadwal terbit tulisan menjadi tidak menentu.

Disamping itu, jika mengikuti pola tersebut tema tulisan juga tidak teratur. Dalam satu hari dapat diterbitkan dua atau tiga artikel dengan tema berbeda. Pembaca dan pengunjung website tidak memiliki preferensi pilihan artikel atau hari untuk berkunjung ke laman Pascasarjana.

Artikel di Laman Pascasarjana Terbit sesuai Rubrik Harian

Tim penulis situs Pascasarjana membuat inovasi untuk mengatur jadwal terbit tulisan. Dalam diskusi terbatas tim website Pascasarjana pada pertengahan bulan lalu memutuskan untuk membuat jadwal terbitan sesuai tema tulisan. Tema tulisan mencakup tema linguistik, bahasa Arab, pemikiran, filsafat, aqidah, ekonomi, mu’amalah, hukum/syari’ah, sains dan tema umum. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi akan disimpan sesuai tema. Tulisan-tulisan yang terkumpul selanjutnya akan diterbitkan secara berkala sesuai jadwal.

Jadwal terbit artikel akan disesuaikan dengan tema dalam rubrik harian. Akan ada setidaknya empat rubrik yang terbit dalam satu pekan. Keempat rubrik itu adalah rubrik PBA terbit pada hari Sabtu. Selanjutnya rubrik AFI akan terbit pada hari Senin. Rubrik HES terbit pada hari Rabu. Dan terakhir rubrik umum akan terbit pada hari Kamis.

Baca juga: Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

Rubrik PBA akan mencakup tema bahasa Arab dan linguistik atau bahasa secara umum. Dan untuk rubrik AFI akan berisi tulisan bertema pemikiran, filsafat dan aqidah. Adapun rubrik HES akan meliputi tema ekonomi, mu’amalah dan hukum/syari’ah. Sedangkan yang termasuk dalam rubrik umum adalah tema sains dan tema-tema diluar tema yang tercakup dalam tiga rubrik lainnya.

Pengelompokan ini bertujuan untuk mempermudah pembaca dan pengunjung laman Pascasarjana untuk menentukan jadwal berkunjung harian atau pekanan. Pembaca dapat memilih salah satu hari sesuai dengan tema yang diminati. Pengunjung bisa datang pada hari yang telah menjadi jadwal kunjungan rutinnya dalam satu pekan dan menikmati artikel dengan tema yang disukai.

Berita Pascasarjana Terbit Sesuai Acara

Selain memuat artikel-artikel dengan tema-tema diatas, laman Pascasarjana juga menerbitkan berita. Berita yang diterbitkan berkisar tentang acara dan kegiatan Universitas Darussalam Gontor baik yang diselenggarakan oleh Universitas, Program Pascasarjana atau Program Strata Satu. Berita-berita yang akan terbit juga meliputi kegiatan UNIDA kampus Putri dan kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor secara umum.

Jadwal terbit berita akan mengikuti jadwal kegiatan dan acara di tiap-tiap lokasi. Berita akan terbit paling lambat sehari setelah acara. Berita dapat terbit setiap hari dan bisa lebih dari satu berita dalam satu hari bergantung kepada acara yang diselenggarakan.[Atqiya]

Lainnya dari Pps:

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan

Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

PPs UNIDA Gontor – Menghadapi masa berakhirnya Akreditasi Magister Pendidikan Bahasa Arab berdasarkan data akreditasi no 843/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2015 yang jatuh pada tanggal 15 Agustus 2020 Program Pascasarjana Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menggelar pertemuan perdana tim Akreditasi Magister PBA pada selasa, 3 september 2019 bertempat di ruang rektor III lt 1 gedung utama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.

Pertemuan ini di hadiri oleh Asisten Direktur Pascasarjana Dr. Muhammad Muslih, M.A., Kepala BAAK Pascasarjana Dr. Jarman Arroisi, M.A., Ketua Program Studi Magister PBA Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. dan seluruh tim baik dari dosen dan mahasiswa pascasarjana.

Dalam kesempatan itu, Dr. Jarman Arroisi memaparkan langkah-langkah yang harus di lakukan dalam penyusunan borang Akreditasi yang efektif.

“Tujuan Akreditasi membangun tradisi tata kelola Perguruan Tinggi yang rapi dan baik serta menumbuhkan budaya mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kemudian Kriteria Akreditasi mengacu pada Standar Nasionar Dikti: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Mahasiswa, SDM, Keuangan, Sarana dan Prasarana, Tata Pamong dan Kerjasama.” Paparnya di hadapan tim Akreditasi.

Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, Pada tahun ini Akreditasi Magister PBA menggunakan 9 standar pada borang Akreditasi yang akan disusunnya. Selain itu, Dr. Muhammad Muslih menyampaikan beberapa nasehat dan pengalamannya selama menyusun borang Akreditasi.

“Masa depan program studi tergantung pada kita. Sejak tahun 1998 saya sudah berkencimpung dalam penyusunan Akreditasi. Belum sah jadi dosen dan civitas akademika jika belum pernah berkecimpung dalam penyusunan Akreditasi, pelajaran hidup dan karir akan banyak di dapat dalam tim ini, tugas akan cepat selsai jika tim kita kua!”. Jelasnya.

Harapan dengan  dibentuknya tim akreditasi Magister Pendidikan Bahasa Arab ini dapat mempersiapkan proses akreditasi dengan baik guna meningkatkan mutu program studi.

Pascasarjana Rebut Posisi Runner-Up Sepak Bola

Pertandingan pada gelaran Muharram Cup 2019 usai pada Senin sore, 2 September 2019 kemarin. Acara perlombaan rutin ini melibatkan seluruh komponen Universitas Darussalam mulai dari dosen, tenaga kependidikan, staff dan mahasiswa baik strata satu atau pascasarjana. Seluruh peserta terlibat aktif dalam berbagai perlombaan yang diselenggarakan.

Dari cabang olahraga ada beberapa cabang yang dilombakan. Di antaranya sepak bola, bola basket, futsal, takraw, tenis meja, bulu tangkis, voly. Lomba-lomba ini adalah lomba yang diikuti oleh hampir semua tim. Pada cabang-cabang ini tim pascasarjana dapat bersaing dengan cukup baik dalam dua cabang olah raga, sepak bola dan futsal. Pada cabang futsal tim pascasarjana dapat mencapai babak semifinal. Namun harus tumbang saat berhadapan tim tarbiyah dan gagal melaju ke final.

Kondisi berbeda terjadi pada cabang sepak bola. Di cabor ini tim pascasarjana berhasil melewati hadangan tim tarbiyah untuk melangkah ke final melawan tim FEM (Fakultas Ekonomi dan Manajemen). Sebelumnya pascasarjana telah berhasil menaklukan tim Saintek dengan kemenangan besar 7-0 untuk masuk ke babak semifinal.

Baca juga:

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Tim Pascasarjana Mengalami Kekalahan pada Laga Kedua Futsal

Laga final antara tim pascasarjana melawan tim FEM berjalan sangat seru. Pada pertandingan yang diselenggarakan senin sore lalu ini tim pascasarjana langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Dengan strategi ini pascasarjana berhasil menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya gol bersarang terlebih dahulu di gawang FEM, kedudukan 1-0 untuk keunggulan pascasarjana. Keunggulan ini bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua tim pascasarjana tetap menekan namun tidak dapat menambah keunggulan. Dengan semangat pantang menyerah tim FEM berhasil menyamakan kedudukan di menit akhir babak kedua. Pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Akhirnya tim FEM berhasil menang dramatis dengan tiga sesi babak penalti. Dan pascasarjana berada di peringkat kedua atau Runner-Up.

Lomba-lomba lain

Pada Muharram Cup tahun ini terdapat lomba yang berbeda. Ada lomba panahan dan panjat pinang. Pada perlombaan panahan tim pascasarjana berhasil sampai ke babak semifinal. Sedangkan pada perlombaan panjat pinang pascasarjana tidak mengutus timnya. Dan pada lomba-lomba lainnya tim pascasarjana tidak dapat berbicara banyak. Pada bebrapa cabor pascasarjana gugur pada pertandigna pertama.[Atqiya]

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Pembukaan FNL: Makna dan Hikmah Perjalanan Hijrah Nabi

Tim Pascasarjana Mengalami Kekalahan pada Laga Kedua Futsal

Tim futsal pascasarjana melakukan laga lanjutan pada sore tadi, Sabtu 31 Agustus 2019. Laga ini adalah laga kedua tim pascasarjana. Laga yang berlangsung pada pertandingan kedua sore itu berakhir dengan kekalahan tim pascasarjana melalui adu penalti.

Pada laga ini tim pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Tarbiyah. Skuat pascasarjana terdiri dari Helmi, Alif, Mahmud, Reyhan, Haikal, Rodhi dan Ghofur.

Setelah berhasil unggul satu bola pada babak pertama, tim tarbiyah kebobolan pada babak kedua. Meski dapat menyamakan kedudukan tim pasca tidak mampu menambah satu bola pada sisa babak kedua untuk mengunci kemenangan atas tim tarbiyah.

Dengan skor imbang satu-satu, pertandingan dilnajutkan ke babak adu penalti. Tim penendang dari pascasarjana adalah Alif, Fadli dan Helmi. Giliran menendang pertama didapatkan oleh tim tarbiyah. Pada kesempatan kedua tim tarbiyah berhasil menjebol gawang pascasarjana yang dijaga oleh mahmud.

Penendang pertama dari tim pascasarjana adalah Alif yang berhasil membalas gol tarbiyah. Pada kesempatan selanjutnya tarbiyah kembali menjebol gawang pascasarjana. Sayangnya, pascasarjana tidak dapat membalas gol kedua ini. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tarbiyah. Pada kesempatannya yang ketiga penendang tarbiyah, Akbar, kembali menjebol gawang pascasarjana yang sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Pertandingan Pertama Menang

Pada laga perdana cabang futsal tim pascasarjana berhasil mengantongi kemenangan. Pada laga awal ini pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Saintek. Saat itu tim pascasarjana juga melalui proses panjgan sampai babak adu penalti untuk mengunci kemenangan.

Pertandingan berjalan sengit. Saling serang terjadi sepanjang pertandingan. Beruntung bagi tim saintek karena merak berhasil mencuri keunggulan pertama. Satu bagi santek dan kosong bagi pascasarjana. Tidak lama berselang tim pascasarjana berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan tim pascasarjana berhasil membalikan keadaan. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan pascasarjana.

Namun sayangnya pascasarjana tidak mampu mempertahankan keunggulan satu bola ini sampai akhir pertandingan. Pada akhir babak kedua tim saintek berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksa tim pascasarjana berduel kembali pada babak penlati.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola 

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Dalam adu penalti saat itu juga terjadi pertandingan yang sengit. Masing-maisng tim memilih tiga orang penendang. Seluruh penendang dari kedua tim berhasil menyarangkan bola ke gawang. Membuat kedudukan akhir dalam drama adu penalti tersebut manjadi 3-3.

Untuk menentukan pemenang, pertandingan dilanjutkan dengan babak tambahn untuk tendangan penalti yang terakhir. Berbeda dengan mekanisme adu penalti pada babak sebelumnya. Pada babak ini hanya ada satu kali kesempatan menendang. Karena itu dilakukan undian menggunakan koin. Pemenang undian berhak untuk memnentukan posisi sebagai eksekutor penalti atau penjagawa gawang.

Pemenang undian saat itu adalah tim santek. Saintek memilih untuk menjadi penjaga gawang dan memberikan kesempatan menendang bagi tim pascasarjana  kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh penendang terakhir tim pascasarjana dengan menjebol gawang saintek. Dengan gol ini tim pascasarjana berhasil mengunci kemenangan atas tim saintek. Namun kemenangna dan keberuntungan ini tidak berlanjut pada fase setelahnya.[Atqiya]

Lainnya dari Pps Unida:

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an

Membicarakan Waktu: Apakah Waktu Itu?

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Pada pekan lalu, Rabu 21 Agustus 2019, tim pascasarjana melakukan laga persahabatan berasama tim Lecturer Football Club (LFC). Pertandingan ini dilaksanakan sebagai persiapan untuk menghadapi Muharram Cup yang digelar pada Jum’at 30 Agustus 2019 sampai Senin 2 September 2019 mendatang. Laga ini dilaksanakan di lapang hijau Unida Gontor.

Pertandingan berjalan cukup seru. Permainan berimbang di antara kedua kubu. Jula beli serangan terjadi sepanjang laga. Pascasarajan akhirnya berhasil membobol gawang skuat dosen. Keunggulan satu bola bagi pascasarajan.

Keunggulan ini terus bertambah seiring perjalanan pertandingan. Pascasarajan berhasil mencetak gol keduia. Akhirnya pertandingan ini berhasil dimenangkan oleh tim pascasaraja dengan skor 3-0.

“Ini bisa menjadi laga persiapan sebelum bertanding dalam Muharram Cup”, terang Dhiaul Fikri, ketua dema pascasarjana.

Kalah pada Laga Persahabatan Kedua

Tiga hari setelah pertandingan persahabatan melawan dosen, skuat pascasarjana kembali mengadakn laga persahabatan. Kali ini tim sepakbola Gontor Dua atau Gorda FC. “Jum’at nanti kita akan melakukan laga persahabatan lagi melawan Gorda”, terang Fauzul Halim, ketua dema pascasarjana yang pernah mengajar di Gontor kampus dua.

Pada pertandingan kali ini pascasarjana belum berhasil membawa pulang kemenangan dari kandang Gorda. Pertandingan ini dimenangkan oleh tim Gorda. Tim pascasarjana menderita kekalahan telak dua gol tanpa balas.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola 

Laga yang digelar di lapangan sepak bola Pondok Modern Darusslam Kampus Dua ini menjadi pelajaran berharga untuk tim pascasarjana. Kekalahan ini memotivasi skuat pascasarjana untuk terus berlatih demi menyambut Muharram Cup.

Sebagai persiapan lain, pascasarjana rutin menggelar pertandingan futsal internal seminggu sekali. Pertandingan internal ini juga bertujuan untuk memupuk kebersamaan di antara pemain dalam tim pascasarjana.[Atqiya]

Dilema Film Religi Tantangan bagi Sineas Muslim: Sebuah Opini

Pembukaan FNL: Makna dan Hikmah Perjalanan Hijrah Nabi

Teknologi Sebagai Pembingkai Realitas: Meminjam Kacamata Heidegger

Bagian Kedua dari Teknologi Sebagai Pembingkai Realitas