Category Archives: Berita

Perjalanan Panjang Penyusunan VMTS Pascasarjana UNIDA Gontor

22 Oktober 2014      

UNIDA-Setelah disahkan pada 15 September 2014, dua hari kemudian tim VMTS UNIDA Gontor langsung bekerja dengan mengadakan rapat perumusan VMTS Program ‎Doktor Aqidah dan Filsafat Islam. Rapat ini dihadiri oleh tim perumus dan dilangsungkan di gedung Utama 105. Rapat setelah shalat isya ini menghasilkan pijakan dasar dalam perumusan draft VMTS Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam. Capaian ini sangat penting dalam pematangan VMTS Program Doktor.

Berselang tiga hari kemudian, tepatnya pada Sabtu 20 September, dilakukanlah survey rancangan VMTS. Survey ini melibatkan para pakar, tokoh masyarakat, baik dari kalangan akademis atau pun non-akademis. Hasilnya, Tim mendapat banyak saran dan ide yang cukup penting dalam menyusun VMTS. Seperti yang disampaikan oleh KH. Heru Saiful Anwar, MA., selaku tokoh masyarakat, bahwa VMTS UNIDA tidak lagi bermain pada level nasional, tapi harus level internasional. Sementara dari pakar, hadir Prof. Dr. Ris’an Rusli, M.A. yang menyuarakan agar UNIDA memiliki visi dan misi yang berbeda dengan perguruan tinggi yang lain sehingga menjadi ciri khas perguruan tinggi pesantren.

Mendapat dukungan ide dan saran yang berharga itu, Tim akhirnya memutuskan untuk mengadakan diskusi dan analisis rancangan VMTS pada Kamis, 25 September. Kali ini diskusi diadakan di Hall Hotel UNIDA Gontor. Diskusi berlangsung seru, menghasilkan draft awal Visi, 7 poin Misi, 2 poin Tujuan dan 5 poin Sasaran program Doktor UNIDA Gontor. Selanjutnya, draft awal ini akan diajukan kepada Direktur Program Pascasarjana.

Karena masih bersifal draft awal, Direktur Program Pascasarjana meminta kepada sekretaris Tim agar mengedit ulang sehingga terlihat lebih simpel, mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Rapat internal antara sekretaris dan ketua Tim pun dilaksanakan. Sehingga pada Jum’at, 10 Oktober 2014, Tim kembali mengadakan rapat. Kali ini agendanya adalah finalisasi draft VMTS oleh Direktur Program Pascasarjana. Rapat yang dimulai pagi hari, dan selesai sebelum azan Zuhur tepat itu akhirnya menemukan rumusan akhir dari draft VMTS Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam, UNIDA Gontor.

Agar hasil rapat itu lebih maksimal. Berselang sepuluh hari kemudian, 20 Oktober 2014 Direktur Pascasarjana meminta agar Tim kembali mengadakan rapat guna membahasa VMTS. Rapat ini menemukan satu rumusan bentuk VMTS yang ideal dengan nilai-nilai UNIDA Gontor, menjadi perguruan tinggi yang bermutu dan berarti. Ini juga sesuai dengan piagam wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. Sampai pada tahap ini, banyak perubahan yang terjadi jika dibandingkan dengan draft awal.

Akhirnya, setelah perjalanan panjang, pada 22 Oktober 2014, VMTS Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam, UNIDA Gontor disahkan dalam SK keputusan Direktur Pascasarjana. Dengan demikian, UNIDA Gontor siap melangkah ke tahapan selanjutnya.

Rapat Penyusunan Dokumen Penjaminan Mutu

6 April 2018
UNIDA-Bagian penjaminan mutu perguruan tinggi merupakan biro yang menjamin terpeliharanya dan meningkatnya mutu di lingkungan sebuah perguruan tinggi secara berkelanjutan. Dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi PT. Untuk itu, Gugus Mutu Prodi (GMP) Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam melakukan pertemuan pada Kamis, 5 April 2018. Pertemuan yang turut dihadiri Ka. Prodi dan Wakil Prodi Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam, juga direktur Pasca, menghasilkan poin penting dalam meningkatkan kualitas Program Doktor di UNIDA Gontor.
Sebelumnya, agenda yang dilaksanakan di ruang rapat Rektor gedung Terpadu ini, mekanismenya sudah disahkan oleh Rektor UNIDA Gontor. Saat diwawancarai di kediamannya, beliau mengatakan, “Agenda ini sangat mendesak, dan sudah saya sepakati untuk segera di laksanakan”. Sementara itu, Ka. Prodi sendiri menyambut baik terkait penyususan dokumen Penjaminan Mutu ini. Menurutnya, ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan akreditasi Prodi Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam.

Sharing Session bersama Dadang Hilmawan (Peneliti Senior BI)

Sharing Session

Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen mengadakan sharing session bersama Bpk Dadang Hilmawan (Peneliti Senior Bank Indonesia) pada tanggal 3 Agustus 2019. Acara ini diadakan diruang kelas 103 Program Pascasarjana. Pelaksanaanya dimulai dari jam 09.30 – 12.00 dan membahas tentang perkembangan kajian Ekonomi Islam.

Dalam sharing session ini, beliau membawa kajian dengan tema cara Tuhan menghidupkan perekonomian, salah satu tandanya adalah kehidupan di alam semesta. Ekonomi harus mengalir seperti air jangan. Hal ini dikuatkan dengan Firman Allah yang artinya “dan kami turunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuhan (Q.S: 31:10). Aliran selaras dengan karakteristik dan sunnatullah masing-masing. Apabila adanya kehidupan ditandai dengan adanya aliran maka upaya menghidupkan perekonomian juga harus ditandai dengan adanya upaya mengalirkan sesuatu dalam perekonomian tersebut.

Dalam pandangan Islam ekonomi yang hidup haruslah ada zakat, anti, anti judi yang mengikatnya dengan aliran kehidupan tadi. Perintah zakat dilakukan untuk mendorong dua hal, dilihat dari aspek sosial dan pembangunan dan dilihat dari aspek pengendalian. Zakat merupakan pengendalian sifat manusia yang diselaraskan dengan firman Allah yang artinya dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini yaitu : wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, ternak dan sawah ladang (Q.S 3: 14).

Peran strategis zakat adalah untuk membantu dana sosial dengan porsi 2,5% dan sisa dari harta tersebut menjadi pendorong aliran harta uang untuk investasi agar harta tidak terpendam akan tetapi mengalir terus menerus. Adanya zakat diperuntukkan bahwa zakat sebagai upaya pengendalian harta masyarakat agar mengalir (tidak menumpuk) menuju aktivitas investasi, daripada tujuan pengumpulan dana untuk distribusi. Zakat harus segera dibagikan tidak boleh ditahan agar uang selalu beredar dipasaran. Sebagai contoh Masjid Jogokariyan Jogyakarta yang jumlah zakat selalu nol karena sudah dibagikan kepada 8 golongan penerima zakat.

Baca juga: Mahasiswa Magister HES Adakan Kuliah Bersama Praktisi LKS 

Pendapat ekonom yaitu Nejatullah Siddiqi menyatakan untuk mencegah penumpukan dan menjadikan uang sebanding dengan komoditi lainnya, harus disesuaikan biaya penyimpanan disamping dengan penghapusan bunga. Dalam sistem Islami, zakat membuat semua kekayaan pribadi mengalami depresiasi dari sudut pandang pemilik 2,5%. Ini akan mencegah penumpukan dan mengakibatkan semua uang akan beredar. Potensi besar pemberdayaan dengan investasi melalui usaha bersama dan usaha sendiri dengan tujuan menghidupkan ekonomi, ZISWAF digunakan untuk pemberdayaan dan infrastruktur untuk menghidupkan ekonomi, sedangkan zakat diprioritaskan untuk konsumsi 8 golongan menuju ekonomi yang hidup.

Selain itu, perlu adanya penghilangan riba dalam segala bentuknya, baik secara berangsur maupun tidak, dalam rangka optimalisasi pertumbuhan ekonomi. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi perlu adanya penghilangan judi dalam segala bentuknya dalam rangka optimalisasi investasi yang produktif. Hal lain yang harus dilakukan adalah peningkatan pengelolaan dana ISWAF sebagai bentuk kontribusi partisipasi masyarakat dalam rangka menurunkan timbulnya biaya ekonomi untuk optimalisasi pertumbuhan ekonomi.

Pelatihan Manajemen Wakaf untuk Peserta Nigeria di UNIDA Gontor

Pelatihan Manajemen Wakaf untuk Peserta Nigeria di UNIDA Gontor

 

Ponorogo –  Pada sabtu 27 Juli 2019 rombongan Komisi Zakat dan Wakaf Sokoto dari Nigeria tiba di UNIDA Gontor kampus pusat. Sebelumnya rombongan tiba di bandara Internasional Adisumarmo Solo pada pukul 19.30 dan langsung berangkat menuju kampus pusat UNIDA Gontor di Ponorogo. Rombongan yang terdiri dari Muhammad Lawal Maidoki, Executive Chairman  Komisi Zakat dan Wakaf Sokoto berserta dua orang lainnya, Muhammad Jabbi Ibrahim dan Abubakar Moyi. Ketiganya datang sebagai peserta pelatihan singkat tentang wakaf di Gontor. Mereka akan berada di UNIDA Gontor sampai senin 29 Juli 2019.

Acara ini bertajuk International Executive Training on Waqf for Sokoto Nigeria. Terdapat tiga materi yang disampaikan kepada ketiga peserta yaitu, Manajemen Wakaf Gontor, Model Sistem Wakaf Gontor dan Wakaf dan Microfinansial: Pengalaman Gontor. Materi ini diberikan oleh dosen-dosen UNIDA Gontor yang bergelut dibidang Ekonomi Islam. Tiap sesi dilakukan selama 75 menit. Diawali dengan penyampaian materi selama 45 menit dan di lanjutkan dengan diskusi tentang topik terkait. Materi pertama disampaikan oleh Al-Ustadz Khoirul Umam, M.Ec. sedangkan materi kedua disampaikan oleh Al-Ustadz Syahruddin, M.Sc.Fin. dan materi terakhir disampaikan oleh Al-Ustadz Taufik Affandi, M.Sc..

Selama di Ponorogo para peserta diajak untuk berkeliling dan melihat kegiatan santri di Pondok Modern Gontor Kampus Pusat. Selain itu mereka juga menlakukan pertemuan dengan rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. di ruang rektorat. Selanjutnya para peserta akan mengikuti kegiatan lain di Pondok Modern Tazakka di Pekalongan. Para peserta akan berada di sana selama satu hari dan akan mengunjungi Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus Putri Satu di Mantingan Ngawi keesokan harinya. Rombongan akan bermalam di Pondok Gontor Putri Satu selama satu dua malam dna akan bertolak dari sana menuju Solo untuk penerbangan kembali ke Jakarta.

Berita Lainnya:

Kuliah Pascasarjana Unida Bersama Direktur IESH Paris

Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

Sosialisasi Aplikasi Virtual Market Tamam.id ke 100 Pesantren

Sosialisasi Tamam

UNIDA –  Kamis, 10 Oktober 2019 UNIDA menyelenggarakan Sosialisasi Aplikasi Virtual Market Pesantren sebagai tindak lanjut kegiatan Soft Launching Virtual Market tamam.id yang diadakan 2 bulan yang lalu. Tamam melaksanakan target jangka pendeknya yang menargetkan seluruh pesantren yang berafiliasi di bawah Gontor untuk saling bersinergi dan melengkapi kebutuhan satu pesantren dengan lainnya. Hal ini diawali dengan mengundang 100 pesantren yang dibagi menjadi 4 sesi dan berlangsung selama 2 hari untuk sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi tamam.id.

Baca juga: Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

Sosialisasi aplikasi tamam.id diselenggarakan di Ruang Multimedia Lt.3 Gedung Terpadu UNIDA GONTOR, dibuka oleh Rektor UNIDA Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi dan sambutan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi M.A., M.Phil serta Dien Mochammad Irvan Idris utusan dari Bank Indonesia pusat. Dalam sosialisasi tersebut Dr. Syamsuri, M.sh selaku pembicara dibantu Tim ITB dan Suitmedia dari Jakarta untuk praktek penggunaan aplikasi tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa pesantren harus mandiri tidak menggantungkan kepada pihak-pihak eksternal dalam pengembangan pesantrennya dan menjadi tempat penguatan ekonomi sebagai wujud pengelolaan kegiatan ekonomi yang terjadi dalam suatu pesantren. Oleh karena itulah, Tamam merupakan aplikasi marketplace yang dibentuk untuk membangun ekonomi umat melalui pesantren.

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Kuliah Pascasarjana Unida Bersama Direktur IESH Paris

direktur IESH Paaris

UNIDA-Sabtu pagi (12/10), Program Pascasarjana UNIDA Gontor menyelenggarakan nadwah ‘ilmiyyah bersama seorang guru besar asal Perancis, Prof. Ahmad Jaballah. Beliau merupakan seorang akademisi muslim kelahiran Tunisia. Namun demikian, beliau telah tinggal di negeri Napoleon Bonaparte tersebut selama kurang lebih empat puluh tahun hingga saat ini.

Prof. Jaballah adalah lulusan Universitas Zaytuna, Tunisia dan melanjutkan studi di Universitas Sorbonne, Perancis. Saat ini, beliau menjadi direktur di Institut Europeen des Sciences Humaines atau IESH Paris, Perancis. Setelah dua kali mengunjungi Indonesia, dalam kali ketiganya ini beliau berkenan untuk bertandang dan mengisi seminar di UNIDA Gontor.

Dalam seminar kali ini, Prof. Jaballah memaparkan tentang kondisi keberagamaan dan pengajaran Islam di Eropa.

Di daratan Eropa, komunitas Muslim saat ini mengalami perkembangan jika dibanding dengan beberapa dekade sebelumnya. Perkembangan itu terlihat dari sisi kuantitas dan kualitas. Jika dulu jumlahnya sedikit, sekarang telah mengalami peningkatan. Di Perancis sendiri, masjid yang dulunya jarang, kini  terdapat kurang lebih tiga ribu masjid di negeri mode dunia tersebut.

Dari segi kualitas, umat Islam mampu bersaing dengan masyarakat Eropa lainnya. Tidak sedikit di antara mereka yang menjadi akademisi, insinyur, anggota parlemen, bahkan masuk dalam jajaran pemerintahan.

Sebagaimana dipaparkan Prof. Jaballah, eksistensi umat Islam di Eropa bermula saat sebagian mereka memutuskan untuk meninggalkan daerah mereka dalam rangka mencari lapangan pekerjaan. Mereka berasal dari negeri bekas jajahan, seperti Tunisia dan beberapa wilayah Afrika Utara lainnya yang merupakan jajahan Perancis. Ada juga dari Pakistan dan India yang merupakan jajahan Inggris. Selain dalam rangka mencari pekerjaan, ada juga yang hijrah ke Eropa dalam rangka mencari perlindungan dan suaka, seperti Syria.

Memang pada awalnya para imigran tersebut statusnya adalah pendatang. Namun, setelah berganti generasi, keturunan mereka bertransformasi menjadi warga negara yang diakui. Tidak hanya itu, banyak di antara mereka yang berkontribusi baik seperti telah diurai sebelumnya.

Baca juga: Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Prof. Jaballah sendiri menyatakan bahwa memang para pendatang dan keturunannya tersebut memiliki komitmen dan visi yang terpuji: membawa kemaslahatan pada negara yang dituju. Ini juga merupakan cara mereka untuk menerapkan ajaran Islam yang damai, sebagaimana disampaikan dalam al-Quran surat al-Hajj ayat 77, “Dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu sekalian beruntung.”

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa berkembangnya umat Islam di Eropa menimbulkan fenomena positif bagia dunia Islam, di antaranya adalah, pertama, kesadaran menutup aurat. Saat ini, pakaian muslim seperti hijab dan gamis mulai banyak diterima, meskipun di beberapa negara masih dicurigai. Kedua, muncul tren makanan halal. Saat ini, untuk mendapatkan makanan bersertifikat hala tidaklah sesulit dahulu, sebab industri makanan mau tidak mau harus melakukan sertifikasi terhadap produknya agar mampu bersaing. Ketiga, munculnya sekolah-sekolah dan yayasan pendidikan Islam.

Banyaknya anak-anak muslim di Eropa menuntut adanya pendidikan Islam. Oleh karena itu, komunitas Muslim mendirikan sekolah-sekolah Islam. Untuk jenjang dasar dan menengah, di Perancis sendiri ada sekolah Islam yang disebut dengan madrasah takmiliyyah. Sekolah ini hampir mirip dengan sekolah sore di Indonesia, di mana pelajaran ilmu syariah diajarkan setelah pembelajaran di sekolah umum usai. Selain itu, ada juga madrasah al-nizamiyah al-islamiyah yang memasukkan pelajaran ilmu syariah dalam kurikulumnya.

Untuk jenjang pendidikan tinggi, di Perancis terdapat Institute for Islamic Science. Terdapat beberapa fakultas yang disediakan dalam institusi tersebut: misalnya fakultas ushuluddin, fakultas syariah, fakultas bahasa arab, fakultas ilmu al-Quran, dan fakutas humaniora. Semua fakultas tersebut tidak hanya pada jenjang strara satu, tapi juga jenjang magister dan doktoral.

“Di tengah-tengah kondisi Eropa yang marak dengan isu Islamophobia, umat Islam di benua tersebut  terus berupaya berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. Dan hasilnya, eksistensi Islam sedikit demi sedikit mulai diakui.” Begitulah kira-kira apa yang dipaparkan Prof. Jaballah dalam seminar kali ini. [Ahmad Rizqi Fadillah]

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Nobar Film PKI Diadakan oleh Mahasiswa Pascasarjana UNIDA

Al Hisbah, Peranannya dalam Pengawasan Mekanisme Pasar

Laman Pascasarjana Membuat Inovasi Baru dalam Penerbitan Tulisan

Nobar Film PKI Diadakan oleh Mahasiswa Pascasarjana UNIDA

Nobar Film PKI

UNIDA-Dalam rangka memperingati peristiwa sejarah G30S/PKI, Dewan Mahasiswa pascasarjana UNIDA mengadakan acara nonton bareng nobar film pemberontakan PKI. Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan teras peradaban, gedung Ali Universitas Darussalam Gontor pada Senin malam (29/09) kemarin.

Kendati agenda dimulai pukul 20.00 WIB, beberapa orang sudah hadir di tempat sejak setengah jam sebelum acara. Hal ini menggambarkan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan tersebut. Acara semakin semarak dengan kopi panas dan kacang yang disediakan pantia. Turut hadir dalam acara ini, al-Ustadz Dr. Jarman Arroisi selaku dosen dan pembimbing mahasiswa pascasarjana UNIDA.

Berbeda dengan kegiatan nobar pada umumnya, film yang diputar bukanlah film pengkhianatan PKI, melainkan film trisula. “Pada kesempatan ini kita akan menyaksikan versi yang lain dari tragedi PKI.” ujar Fadhil selaku mahasiswa senior dalam sambutannya.

Film yang juga produksi negara ini mereka ulang tragedi pemberontakan PKI di Blitar Selatan dua tahun setelah peristiwa penculikan para jenderal di penghujung September tahun 1965.

Baca juga: Seminar Pada HUT RI: Antara Keindonesiaan dan Keislaman

Setelah PKI gagal, sebagian anggotanya berhasil kabur dari Jakarta dan mereka menjadikan Blitar sebagai basis pertahanan. Alasannya, daerah itu adalah daerah yang luas dengan kondisi alam yang berbukit dan bergua. Ini memudahkan mereka mengatur strategi serta melangsungkan gerilya. Selain itu, kondisi masyarakat sekitar yang rata-rata mengalami kesulitan ekonomi, menjadikan peluang bagi mereka untuk merekrut anggota lebih banyak.

Dalam durasi hampir dua jam, film trisula memberikan  ilustrasi yang jelas tentang bagaimana cara mereka melakukan sabotase untuk merongrong pemerintah yang sah. Akibatnya rakyat kehilangan kepercayaan kepada otoritas negara. Dengan sadis, para anggota PKI melakukan pembajakan terhadap moda transportasi kereta api, memutus jaringan listrik desa-desa, dan merusak bendungan hingga menyebabkan banjir.

Ada beberapa sisi menarik yang dapat diambil dari cerita film itu, di antaranya adalah kepiawaian anggota perempuan PKI yang tergabung dalam Gerwani dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Selain gigih, mereka juga terorganisir dalam bekerja,” ungkap Munar, salah seorang mahasiswa. Sisi menarik lainnya juga dilontarkan oleh Amri, “Mereka militan dan tidak pantang menyerah meskipun bertahan dalam gua dengan keadaan yang serba terbatas.”

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah pertama, memupuk kebersamaan mahasiswa. Dan kedua, mengingatkan kembali para mahasiswa akan peristiwa sejarah agar kedepannya tidak terulang tragedi serupa. “Melalui acara nobar film PKI ini, diharapkan kawan-kawan memahami bahwa ideologi komunis adalah bahaya laten yang tetap perlu diwaspadai agar tidak terjadi kembali peristiwa serupa pada masa yang akan datang,” ujar Habibi, ketua DEMA pascasarjana UNIDA. [Ahmad Rizqi Fadhillah]

Al-Attas Bertemu Lakatos: Merumuskan Metodologi Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Sejarah Kanonifikasi al-Qur’an

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Laman Pascasarjana Membuat Inovasi Baru dalam Penerbitan Tulisan

laman pascasarjana

September baru saja berlalu. Hari ini kita masuk bulan baru. Pada bulan ini laman Program Pascasarjana UNIDA membuat inovasi baru. Akan ada perubahan dalam mekanisme penerbitan tulisan.

Pada bulan-bulan sebelumnya, setiap tulisan diterbitkan secara harian berdasarkan tulisan yang masuk ke redaksi Pascasarjana. Tulisan yang dikirimkan akan direview untuk kemudian diterbitkan pada hari yang sama atau keesokan harinya. Dengan cara ini jadwal terbit tulisan menjadi tidak menentu.

Disamping itu, jika mengikuti pola tersebut tema tulisan juga tidak teratur. Dalam satu hari dapat diterbitkan dua atau tiga artikel dengan tema berbeda. Pembaca dan pengunjung website tidak memiliki preferensi pilihan artikel atau hari untuk berkunjung ke laman Pascasarjana.

Artikel di Laman Pascasarjana Terbit sesuai Rubrik Harian

Tim penulis situs Pascasarjana membuat inovasi untuk mengatur jadwal terbit tulisan. Dalam diskusi terbatas tim website Pascasarjana pada pertengahan bulan lalu memutuskan untuk membuat jadwal terbitan sesuai tema tulisan. Tema tulisan mencakup tema linguistik, bahasa Arab, pemikiran, filsafat, aqidah, ekonomi, mu’amalah, hukum/syari’ah, sains dan tema umum. Tulisan-tulisan yang masuk ke redaksi akan disimpan sesuai tema. Tulisan-tulisan yang terkumpul selanjutnya akan diterbitkan secara berkala sesuai jadwal.

Jadwal terbit artikel akan disesuaikan dengan tema dalam rubrik harian. Akan ada setidaknya empat rubrik yang terbit dalam satu pekan. Keempat rubrik itu adalah rubrik PBA terbit pada hari Sabtu. Selanjutnya rubrik AFI akan terbit pada hari Senin. Rubrik HES terbit pada hari Rabu. Dan terakhir rubrik umum akan terbit pada hari Kamis.

Baca juga: Hadapi Akreditasi Tahun Mendatang, Program Magister PBA Adakan Pertemuan Perdana Tim Akreditasi

Rubrik PBA akan mencakup tema bahasa Arab dan linguistik atau bahasa secara umum. Dan untuk rubrik AFI akan berisi tulisan bertema pemikiran, filsafat dan aqidah. Adapun rubrik HES akan meliputi tema ekonomi, mu’amalah dan hukum/syari’ah. Sedangkan yang termasuk dalam rubrik umum adalah tema sains dan tema-tema diluar tema yang tercakup dalam tiga rubrik lainnya.

Pengelompokan ini bertujuan untuk mempermudah pembaca dan pengunjung laman Pascasarjana untuk menentukan jadwal berkunjung harian atau pekanan. Pembaca dapat memilih salah satu hari sesuai dengan tema yang diminati. Pengunjung bisa datang pada hari yang telah menjadi jadwal kunjungan rutinnya dalam satu pekan dan menikmati artikel dengan tema yang disukai.

Berita Pascasarjana Terbit Sesuai Acara

Selain memuat artikel-artikel dengan tema-tema diatas, laman Pascasarjana juga menerbitkan berita. Berita yang diterbitkan berkisar tentang acara dan kegiatan Universitas Darussalam Gontor baik yang diselenggarakan oleh Universitas, Program Pascasarjana atau Program Strata Satu. Berita-berita yang akan terbit juga meliputi kegiatan UNIDA kampus Putri dan kegiatan Pondok Modern Darussalam Gontor secara umum.

Jadwal terbit berita akan mengikuti jadwal kegiatan dan acara di tiap-tiap lokasi. Berita akan terbit paling lambat sehari setelah acara. Berita dapat terbit setiap hari dan bisa lebih dari satu berita dalam satu hari bergantung kepada acara yang diselenggarakan.[Atqiya]

Lainnya dari Pps:

Film Islami itu Islami? Dilema Film Religi, Tantangan bagi Sineas Muslim

Sila Kelima Perspektif Maqashid Syari’ah dan Pemindahan Ibukota

Dromologi, Apa itu? Teori Postmodern tentang Budaya Ketergesa-gesaan