Category Archives: HUKUM EKONOMI SYARIAH

Tim LPPM UNIDA Gontor Lakukan Pendampingan Program Dana Hibah DIKTI PTM Pascasarjana

Tim LPPM UNIDA Gontor Lakukan Pendampingan Program Dana Hibah DIKTI PTM Pascasarjana

PPs UNIDA Gontor – Mahasiswa dan mahasiswi Program Pascasarjana Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor yang telah lolos dalam pengumuman penerima dana hibah penelitian tesis magister Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (KEMENRISTEK DIKTI) Tahun 2019 melakukan pendampingan revisi proposal penelitian bersama Tim LPPM UNIDA Gontor bertempat di Hall Gotel Lt 2. Sabtu, (20/04).

Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini (Sabtu s/d Ahad) membahas tentang revisi subtansi proposal dan RAB Program Penelitian Tesis Magister. LPPM UNIDA Gontor sebagai penyelenggara acara ini melakukan monitoring secara berkala mulai dari awal penyusunan pengajuan proposal PTM, upload berkas ke SIMLIBTAMAS, revisi proposal, penandatanganan kontrak sampai kepada tahap akhir PTM.

Pada tahun ini, kali pertamanya Program Pascasarjana mendapat kepercayaan yang besar oleh KEMENRISTEK DIKTI untuk mengelola Penelitian Tesis Magister. Hal ini terbukti dengan lolosnya 24 Tim Penelitian Tesis Magister, yang terdiri dari Magister Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) 15 Tim, Magister Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) 5 Tim dan Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 6 Tim masing-masing Tim terdiri dari dua dosen dan dua mahasiswa.

Semoga dengan dilaksankanya acara ini memberikan semangat dan daya saing yang positif diantara mahasiswa pascsarjana dalam bidang pengabdian dan penelitian sehingga semakin meningkatkan mutu Program Pascasarjana UNIDA Gontor kedepannya. [H. Wafi]

Tim LPPM Bersama Mahasiswa/i Pascasarjana UNIDA Gontor sedang melakukan revisi proposal penelitian tesis magister KEMENRISTEK DIKTI Tahun 2019

Berita Lainnya:

Rapat Evaluasi Pascasarjana di Akhir Tahun Akademik 1439 H / 1440 H

Rapa Akhir Tahun Pascasarjana UNIDA Gontor

PPs UNIDA Gontor – Kamis, (19/04) Program Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor menggelar rapat Koordinasi dalam rangka evaluasi kegiatan pascasarjana selama setahun, serta penetapan program kerja setahun ke depan, bertempat di ruang sidang pascasarjana. Acara ini di hadiri oleh Rektor UNIDA Gontor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., Direktur Pascasarjana Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., Asisten Direktur Pascasarjana Dr. Muhammad Muslih, M.Ag., Kepala Unit Penjamin Mutu Pascasarjana Dr. Jarman Arroisi, M.A. dan seluruh Ketua Program Studi serta fungsionaris pascasrjana.

Rapat yang di mulai pukul 20.00 mengevaluasi kegiatan yang telah terlaksana di program pascasarjana selama setahun yang lalu, pada tahun akademik 1439 H / 1440 H. di antaranya kegiatan perkuliahan, progress penulisan tesis bagi mahasiswa dan mahasiswi, orientasi akademik mahasiswa baru dan manajemen pengelolaan pascasarjana.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Pascasarjana Dr. Hamid Fahmy Zarksyi, M.Ed., M.Phil. memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh bagian di pascasarjana yang telah mejalankan amanahnya dengan sungguh-sungguh baik di tiap-tiap Ketua Program Studi, Unit Penjamin Mutu,  Koordinator Tata Usaha maupun staf.

Ka Prodi secara berkala memberikan evaluasi dan monitoring kepada mahasiswanya baik di dalam perkuliahan maupun dalam bentuk pertemuan sebulan sekali  pada acara buka puasa bersama, family gathering, dan olah raga bersama seperti futsal bersama dosen dan mahasiswa.

Selain evaluasi, rapat ini juga membahas kegiatan yang akan di laksanakan pada tahun akademik 1440 H/1441 H, serta membuat kalender akademik yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan yang ada di program pascasarjana selama setahun.

Harapan dengan diadakanya rapat akhir tahun ini tetap mempertahankan dan meningkatkan mutu Program Pascasarjana UNIDA Gontor baik pada program magister maupun program doktor. [H. Wafi]

Eratkan Ukhuwah Islamiyah Prodi Magister Buka Puasa Bersama

buka puasa magister HES

PPs UNIDA Gontor – Kegiatan akademik dan non akademik pada program studi Magister berjalan sesuai dengan yang telah diagendakan oleh prodi. Salah satu kegiatan yang diadakan oleh prodi untuk menambah semangat dan menjaga motivasi mahasiswa dan mahasiswi yaitu mengadakan buka puasa bersama dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini diadakan pada hari Senin, 15 April 2019 di Hall Hotel Lantai II dan dihadiri oleh dosen Magister HES dan mahasiswa semester 2 dan 4.

Kegiatan ini dibuka oleh Ka. Prodi Magister HES, dalam sambutan pembuka Ustadz Dr. Syamsuri, M.Sh mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wadah untuk menjaga ukhuwah diantara dosen dan mahasiswa. Beliau menyampaikan bahwa salah satu kunci keberhasilan belajar di program pascasarjana adalah keseriusan, karena dengan keseriusan tersebut akan mampu membawa pada tujuan yang ingin anda capai.

Pada sambutan lainnya, ustadz Dr. Mulyono Jamal, M.A memberikan semangat dan pesan ke mahasiswa agar tetap menjaga niat dan semangatnya di Program Pascasarjana. Beliau mengibaratkan kuliah di Pasca khususnya dalam tahap menulis tesis memerlukan semangat yang yang tinggi. Ibarat yang beliau ambil adalah seperti cambuk yang terus dicambukkan agar semakin menjadi cambuk yang kuat. Terus semangat dalam menulis, agar tulisan yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi umat. Disamping itu, Ustadz Imam Kamaluddin, M.Hum menambahkan bahwasanya Fakultas Syariah sangat terbuka buat alumni Pasca HES. Kerjakanlah tesis dengan baik dan cepat dan tidak perlu berlama-lama karena banyak yang perlu antum lakukan setelah antum selesai S2 nanti.

Dosen dan Mahasiswai Magister HES menggelar buka puasa bersama di Hall Hotel Lt 2

Setiap orang memiliki cara belajar masing-masing, sangat sedikit sekali yang memiliki tata cara belajar yang sama. Pesan Ustadz Dr. Mohammad Ghozali, M.A pada kesempatan ini adalah terkait metode dan trik dalam mempercepat dalam menulis tesis. Beliau menambahkan bahwasanya antum semua harus memulai bangun malam jam 02.00, ambil wudhu dan laksanakanlah sholat tahajud kemudian lanjutkanlah menulis tesis kalian. Perlu diingat, waktu sangat penting dan sangat cepat berjalan maka jangan pernah menunda-nunda menulis tesis. Buatlah target-target yang ingin antum capai, buatlah rentetan waktu agar antum bisa mengukur kapan harus selesai, kapan harus ujian dan lain sebagainy

Pada sambutan terakhir sekaligus menutup acara buka puasa bersama Prodi Magister HES ustadz Dr. Setiawan bin Lahuri berpesan kepada mahasiswa untuk terus mengikuti acara yang diadakan oleh prodi, contohnya seperti hari ini yaitu buka puasa bersama maka semua mahasiswa prodi wajib hadir, karena dengan pertemuan ini mahasiswa akan mendapat masukan dan dorongan motivasi dari dosen-dosen. Beliau mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan bahwasanya kita punya satu misi yaitu menyelesaikan tesis tepat pada masa studi yang ada. Hasilnya penting, akan tetapi proses dalam menyelesaikan tesis juga penting.

Acara ini dimulai jam 17:00 dan diakhiri dengan berkumandangnya adzan magrib dan dilanjutkan dengan ramah tamah dosen dan mahasiswa.  [Soritua]

Tingkatkan Kompetensi Literasi di Era Indutri 4.0, Unida Gontor Mengirim Mahasiswa Pascasarjana Mengikuti Konferensi Internasional di UMY

Perkembangan industri 4.0 selalu memicu para pegiat ekonomi untuk senantiasa meningkatkan kreativitas dan inovasi yang kompatibel. Industri yang berindikasikan dengan maksimilasi peran internet ini berimplikasi pada kehidupan harian para konsumen dan permintaan pasar. Permintaan pasar pada era ini lebih mengutamakan fleksibelitas daripada harus melakukan interaksi sosial tawar menawar secara langsung. Dengan dorongan tersebut, produsen berusaha menyediakan kebutuhan pasar yang makin variatif dengan bantuan teknologi dan internet disamping ketatnya persaingan lokal dan global. Bukan hanya praktisi, akademisi juga dituntut untuk memberikan masukan dan strategi untuk kesiapan masyarakat Indonesia dalam menyongsong tantangan industri ini.

Dengan alasan ini, Unida mengutus salah satu mahasiswa pascasarjana program studi hukum ekonomi syari`ah, Dadang Irsyamuddin, untuk menjadi salah satu pembicara pada The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019). Konferensi ini juga turut dihadiri oleh ahli dalam bidang ekonomi dari tiga negara, Prof. Shu Hsien Liao (Tamkang, University Taiwan), Dr. Shafinar Hj. Ismail (UITM, Malaysia), dan Assoc. Prof. Pensri Joroenwanit Khon Khaen (University Thailand). Konferensi juga dihadiri Dr. Baruna Kurnianto dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Acara yang diselenggarakan pada Selasa 26 Maret 2019 di Ballroom Prambanan Hotel Cavinton Yogyakarta ini mengusung tema Strengthening Competitiveness to Cope with Industrial Revolution 4.0. diikuti oleh 45 peneliti yang dari berbagai negara yang akan mempresentasikan papernya pada sesi kedua konferensi ini. Pada sesi pertama, lima keynote speakers diatas memaparkan berbagai macam paper mengenai perkembangan persaingan dalam industri 4.0.

Dadang Irsyamuddin sendiri mempresentasikan paper dengan judul The Implementation of Public Economic Empowerment Based on Integrated Management (Study Case at Jogokariyan Mosque 2018) berfokus pada peran masjid Jogokariyan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pada era industri 4.0 ini. Ia diberi kesempatan untuk memberikan pemaparan singkat mengenai penelitiaannya dalam Focus Group Discussion yang terdiri dari 18 peneliti termasuk guru besar ilmu manajemen UMY Prof. Dr. Siswoyo Haryono, MM. FGD yang telah ditentukan panitia tersebut berkonsentrasi pada bidang yang diminati oleh peneliti di grup tersebut yaitu manajemen umum dan sumber daya manusia.

Dadang Irsyamuddin saat mempresentasikan makalahnya dalam forum The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019)

Adapun dalam proses penyusunan paper tersebut, Dadang Irsyamuddin dibimbing oleh beberapa dosen UNIDA Gontor yang kompeten di bidang ekonomi Islam yaitu Dr.Syamsuri, M.sh, Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., dan Mufti Afif, M.A. Upaya yang dilakukan para peneliti UNIDA Gontor merupakan salah satu kepedulian dan tanggung jawab kepada umat atas tantangan global ini. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat berkontribusi menambah wawasan civitas akademika dan pelaku bisnis dalam strategi pengembangan ekonomi islam di era industri 4.0. [Dadang Irsyamuddin]

Kajian Rutin oleh Dosen Magister Hukum Ekonomi Syariah di Masjid Al-Falah Gadang, Malang

PPs UNIDA Gontor – “Terkait kepemilikan barang atau harta, setiap manusia memiliki hak, hak milik atas sesuatu dimiliki oleh setiap individu. Masing-masing memiliki hak yang tidak boleh diambil, dirampas atau didzolimi oleh orang lain. Akan tetapi, meskipun memiliki kewenangan atas sesuatu tersebut dan berwenang untuk memanfaatkannya sesuai dengan keinginan, hak kepemilikan ini memiliki batasan sebagaimana harta yang dimiliki seseorang”

Harta adalah sebuah titipan dari Allah. Atas kehendak-Nya kepemilikan tersebut dapat hilang bahkan bertambah kemanfaatannya.

Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 284,

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ ….

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.”

Itulah salah satu penggalan isi ceramah Dosen Magister Hukum Ekonomi Syariah UNIDA Gontor Dr. Mohammad Ghozali, M.A., dalam acara kajian rutinnya di masjid Al-Falah Gadang, Jl. Raya Gadang 234 Malang (Kamis, 28 Maret 2019).

Pria kelahiran Ponorogo, 03 September 1968 menjelaskan manusia sebagai pemegang amanah atas apa yang dimilikinya diberi tugas untuk mengelola alam semesta ini yang bertujuan untuk menjalankan perintah Allah SWT. Semua yang diamanahkan ini akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Paparnya.

Lanjut penulis buku “Pandangan Ulama Madzhab” ini menjelaskan yang berupa harta ada yang bersifat wujud dan tidak wujud. Rezeki merupakan salah satunya, dan hal ini merupakan sesuatu yang tidak pernah lepas dari kita. Allah sudah mengatur, namun untuk memperoleh suatu hak, manusia harus berusaha. Dan dalam usahanya tersebut tidak boleh dengan menghalalkan segala cara untuk memperoleh suatu tujuan. Usaha yang dilakukan harus sesuai dengan syariat Islam karena manusia terikat dengan hukum Allah. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Acara yang bertemakan “Kajian Mu’amalah Ekonomi Syari’ah, Saatnya Kita Check Halal Haram Harta Kita” ini dihadiri masyarakat sekitar Malang raya dan juga dapat di lihat melalui live streaming facebook dengan link sebagai berikut https://www.facebook.com/masjid.alfalahgadang.7/.

Ustadz Ghozali, sapaan akrabnya menjadi pemateri tetap dalam acara yang diselenggarakan oleh devisi kegiatan dan kajian Masjid Al Falah Gadang secara rutian setiap hari kamis pekan ke 2 dan ke 4. Kegiatan ini bermottokan “Mari jemput Pahala yang berlipat ganda dengan mendatangi majelis majelis syurga”. [Yunita W.]

Berita terkait:

Perkuat Ekonomi Umat, UNIDA Gontor Canangkan Virtual Market

PPs UNIDA Gontor – Menindak lanjuti salah satu dari tiga program yang disampikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 di Surabaya beberapa waktu yang lalu, diadakan pembahasan lanjutan bersama Direktur Departermen Ekonomi Dan Keuangan Syariah BI  yang bertempat di Hotel Sofyan Jakarta pusat.(29/03).

Melalui Dr. Syamsuri, M.Sh sebagai perwakilan Pusat Studi Pengembangan Ekonomi & Keungan Islam Pesantren (PUSPEKIN) Universitas Darussalam Gontor mencanangkan sebuah program yang akan mendorong terjalinnya kerjasama bisnis antar pesantren melalui penyediaan virtual market produk usaha pesantren sekaligus business matching yang diberi nama “tamam.id”.  Pencangan vitual market “tamam.id” ini telah melalui kesepakatan dari PP IKPM, Forbis, FPA, FMA dan Tim Tamam UNIDA Gontor pada pertmuan pertama di Kantor IKPM Pusat (19/01/2019) yang lalu.

VIirtual Market Pesantren Adalah sebuah virtual market/pasar online yang dirancang untuk kegiatan perdagangan (jual/beli) antar pesantren-pesantren di Indonesia. Virtual Market di sebut juga e-marketing atau e-pemasaran dan tidak jauh berbeda dengan pemasaran secara offline. Semuanya kegiatan yang dilakukan dalam virtual market ini memanfaatjan media Internet (online).

Dalam kesempatan tersebut Dr. Syamsuri menjelaskan keunggulan dari virtual market pesantren diantaranya: pertama, Administrasi keuangan dalam jual beli lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, Menguatkan ekonomi antar pesantren (model ekonomi proteksi). Ketiga, Mampu memberdayakan masyarakat sekitar pesantren dan Keempat, Kemudahan bagi pesantren dalam memenuhi kebutuhan internal.

Ketua Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syarah menambahkan “Pesantren Gontor akan menjadi pioneer pengembangan dan pemberdyaan ekonomi masyarakat melalui pesantren. Virtual market tamam.id akan menjadi satu-satunya marketplace syariah yang mengabungkan kekuatan antar pesantren di Indonesia”, pungkasnya. [Hibatul Wafi]

Dr. Syamsuri memaparkan aplikasi tamam.id di hadapan tim Departermen Ekonomi Dan Keuangan Syariah Bank Indonesia

Mahasiswi Magister Hukum Ekonomi Syariah UNIDA Gontor Damaikan Konflik Perpecahan Desa Cantuk, Banyuwangi

Kamis (21/02/2019) malam diselenggarakannya Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Desa Cantuk, kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Dalam acara tersebut disepakati pula sebagai hari perdamaian Desa Cantuk yang dihadiri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, beberapa ulama, tokoh masyarakat beserta masyarakat setempat.

Konon selama 17 tahun, terjadi konflik di Desa Cantuk antara Dusun Cantuk Lor dan Cantuk Kidul yang dibatasi oleh jembatan yang dialiri sungai Badeng. Dua dusun yang berseberangan ini sudah lama diketahui berseteru oleh kapolres setempat dan tidak kunjung akur sebelum adanya peran kedua putri dari tokoh kedua wilayah tersebut.

Tesa Mellina Mahasiswi Magister Hukum Ekonomi Syariah Unida Gontor putri H. Masbudi Kepala Desa Cantuk dan Febriana Safitri putri H. Fauzi tokoh masyarakat di Dusun Cantuk Utara/ Lor adalah cikal bakal perdamaian kedua dusun tersebut.

Tesa dan Fitri adalah sahabat sejak SMP, keduanya melanjutkan tingkat pendidikannya di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri yang berada di Mantingan, Ngawi. Sejak berada di Gontor, keduanya semakin akrab terlebih hubungan kedua orangtua mereka. Akan tetapi, kondisi fisik Fitri belum memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor kampus Putri. Akhirnya, Fitri memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Banyuwangi berpisah dengan sahabatnya Tesa yang hingga saat ini berada di tingkat Magister Hukum Ekonomi Syariah UNIDA Gontor.

Hampir bersamaan dengan hal ini, hubungan antara masyarakat di Desa Cantuk juga kurang membaik. Selama 17 tahun kedua dusun ini berseteru dan berakhir dengan damai akibat peran putri kedua tokoh tersebut. Berawal dari keinginan Fitri, memendam rasa rindu ingin berjumpa dengan Tesa sahabatnya. Tesa sudah lama mondok, ketika masa liburanpun juga tidak pernah bertemu dengan Fitri. Sampai suatu ketika, Fitri mengetahui bahwa Tesa sedang berada di kampung halamannya dan spontan ia mengirim pesan untuk bermain ke rumahnya.

Melalui pesan singkat, Tesa membalas pesan Fitri dan mengajaknya untuk pergi ke Grand Watu Dodol (GWD) bersama ayahnya. Ayah Tesa, H. Masbudi adalah Kepala Desa Cantuk sekaligus lawan ayah Fitri dalam konflik di Desa Cantuk. Fitri langsung meminta izin kepada ayahnya mengikuti ajakan Tesa pergi ke GWD bersama ayahnya. Dan H. Fauzi-pun mengizinkan putrinya pergi bersama Tesa dan H. Masbudi.

Tesa dan ayahnya menjemput Fitri ke rumahnya, kala itu warung H. Fauzi sedang ramai dan Fitri sedang membantu di warung. Tanpa pikir panjang, ia pun meninggalkan warung dan bergegas mempersiapkan diri pergi bersama Tesa dan ayahnya. Pikirnya, ini mungkin salah satu cara untuk mempersatukan ayahnya dan Kades Cantuk H. Masbudi.

Masbudi parkir agak jauh dari warung dan rumah Fitri putri H. Fauzi. Menurut Tesa, mungkin ayahnya malu bertemu dengan H. Fauzi. Saat H. Fauzi mengetahui kedatangan H. Masbudi, ia-pun segera menghampirinya dan saat itulah perbincangan awal setelah sekian lama tak bertegur sapa atau berkata.

Disepanjang perjalanan hingga Pantai GWD, Tesa dan Fitripun banyak bercerita tentang kehidupan dan aktifitas ketika di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri. Mendengar cerita anaknya bersama Fitri, H. Masbudi sempat meneteskan air mata kala itu, ungkap Tesa dalam cerita singkatnya di asrama Pascasarjana (26/2/2019). Mereka bernostalgia dengan canda tawa dan juga mengunggah foto selfie bahkan berfoto bersama orangtua Tesa. Dari unggahan tersebut, para warga Cantuk mulai membicarakan foto-foto kedekatan kedua keluarga tersebut. Kabar tersebut diketahui dari teman-teman Tesa dan Fitri di kampung halamannya.

Tesa dan Fitri bersama keluarga dan kapolres Banyuwangi dalam acara Pengajian dan Santunan anak Yatim di Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Banyuwangi

Setelah kejadian tersebut, hubungan keluarga H. Fauzi dan keluarga H. Masbudi semakin membaik. Dan akhirnya kedua belah pihak menyepakati untuk berdamai. Dalam acara Pengajian dan Santunan Anak Yatim tersebut, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi juga memberikan penghargaan kepada Tesa dan Fitri akan peran keduanya yang telah menyatukan konflik di Desa Cantuk.

Mahasiswa Magister HES Adakan Kuliah Bersama Praktisi Lembaga Keuangan Syari’ah Gatot Wijanarko

Jum’at (8/1) Program Pascasarjana Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Prodi Hukum Ekonomi Syariah menggelar Kelas Bersama Gatot Wijanarko (Direktur Bri Syariah Ponorogo) sekaligus praktisi di lembaga keuangan syari’ah. Bertempat di gedung pascasarjana ruang 103. Acara dimulai pukul 09.00 pagi s/d 11.00.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa/i S2 Hukum Ekonomi Syari’ah (HES). Acara ini diharapkan mampu menjadi landasan mahasiswa untuk terus berusaha mengadakan kegiatan dengan bantuan dari pihak luar seperti perbankan, lembaga zakat, dan lembaga asuransi. Kerjasama tersebut dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengetahui dan menganalisa permasalahan praktik yang terjadi di lapangan dengan studi teoritis yang sudah lama mereka dalami di kelas formal dan diskusi ringan.

Selanjutnya dari berbagai macam diskusi mahasiswa mengenai permasalahan ekonomi kontemporer, permasalahan perbankan dan akad-akadnya menjadi topik yang seperti tiada ujungnya. Berbagai hipotesa dibangun oleh mahasiswa mengenai hukum, variasi, sampaing pemasaran produk atau bentuk akad suatu perbankan syari`ah. Perdebatan teoritis tersebut harus ditengahi dengan hadirnya praktisi perbankan syari`ah yang sudah kompeten dan memiliki kapasitas analisa mengenai per-akad-an di dunia perbankan Islam.

Pak Gatot berpesan bahwasanya lembaga keuangan syariah akhir-akhir ini semakin banyak diminati, sudah banyak yang mulai hijrah menggunakan lembaga keuangan syariah. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum ada niat untuk menggunakan bank syariah. Mereka berangggapan bahwasanya lembaga keuangan syariah dan konvensional, produknya juga hampir sama dengan konvensional. Dengan adanya kerjasama praktisi dan akademisi diharapkan mampu mewujudkan lembaga keuangan syariah ke arah yang lebih baik lagi. [Soritua]