Dewan Mahasiswa Pascasarjana realisasikan ciri kemodernan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Darussalam Gontor

Oleh, Novita Najwa Himaya & Alfi Mar’atul Khasanah

Ahad,19/07/2020, Program Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri melaksanakan acara laporan pertanggungjawaban dan pelantikan Dewan Mahasiswa (Dema baru). Acara ini dilaksanakan di aula lantai 3 gedung Pascasarjana Unida Gontor Kampus Putri. Acara sakral ini diikuti oleh seluruh mahasiswi Pascasarjana Unida Gontor dan sisaksikan oleh al-Ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A selaku pembimbing Program Pascasarjana Unida Gontor Kampus Putri. Acara yang dimulai pada pukul 07.30 ini diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Hyme “Oh Pondokku”, pembacaan laporan pertanggungjawaban dari Ketua Dewan Mahasiswa Periode 1440-1441 H, pelantikan Dewan Mahasiswa Periode 1441-1442 H, sambutan ketua dema baru dan pesan dan nasehat dari al-Ustadz Dr. Asif Trisnani, L.c, M.A dan ditutup dengan doa.

Pesan  dan Nasehat dari Al-Ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A selaku Pembimbing Program Pascasarjana Unida Gontor Kampus Putri

“Saat ini kita sedang melakukan sebuah ciri dari kemodernan, yaitu berorganisasi” ujar beliau diawal pidatonya. Organisasi, merupakan ciri khas dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan itu sangatlah penting. Dari organisasi inilah seseorang bisa belajar bermasyarakat dengan baik, merencanakan, mengatur dan melaksanakan sesutau dengan baik.

Tujuan adanya Dema tak lain adalah untuk mengembangkan wawasan kelimuan. “Segala kegiatan yang dilakukan haruslah menunjang pengerjaan tesis” tukas beliau. Diantara beberapa kegiatan kelimuan yang berada dalam tanggung jawab Dema antara lain adalah Taman Peradaban yang dilaksanakan setiap hari Ahad pagi, dan kultum setiap selepas Sholat Maghrib. Selain itu ada juga acara FNL (Friday Night Lecture) dan MND (Monday Night Discussion) yaitu kegiatan kajian yang dilakukan antara Mahasiswi Pascasarjana dan Mahasiswi Strata 1 Unida Gontor.

Setiap divisi Dema haruslah merancang program kerja yang memiliki keterkaitan dengan tesis, walaupun bukan divisi keilmuan. Divisi kesehatan misalnya, haruslah memastikan agar kesehatan mahasiswi terjamin. Karena dengan badan yangn sehat, maka akalpun menjadi sehat dan mampu fokus dalam pengerjaan tesis. Divisi olahraga, membuat jadwal olahraga bersama, agar mahasiswi tak bosan dan mampu merasakan suasana baru. “Intinya, tesis adalah akumulasi dari kegiatan berorganisasi”

“Covid-19 ini memberikan warna tersendiri dalam pengerjaan thesis kalian. Karena, tanpa adanya karantina bersama dosen pembimbing, kalian telah melaksanakan karantina pribadi, yang bisa kalian isi dengan mengerjakan tesis dan tugas kuliah lainnya” pesan beliau diakhir pidatonya.