Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam

PROFIL PROGRAM DOKTOR

Wujudnya universitas yang berarti dan bermutu serta menjadi sumber ilmu pengetahuan  agama dan “umum” adalah cita-cita dan gagasan para pendiri PMDG sejak mereka mendirikan tingkat menengah yaitu Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah (KMI) 1936  yang kemudian tertuang secara resmi dalam deklarasi Penyerahan Wakaf tahun 1958. Maka dari itu di tingkat menengah waktu itu sudah dilakukan integrasi “ilmu umum” dan ilmu agama. Namun, di tingkat Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) yang berdiri tahun 1963, ide itu belum dapat dikembangkan karena keterbatasan SDM dan terbatasnya fakultas dan program studi yang baru terdiri dari Ushuluddin, Tarbiyah dan Syariah.

Padahal, gagasan dan ide integrasi di dunia Islam telah berkembang lebih jauh dari apa yang selama ini dipraktekkan (KMI). Gagasan integrasi ilmu seperti yang dipraktekkan di Aligarh Muslim University di India, telah berkembang menjadi ide Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas pada Konferensi Pendidikan Islam Pertama di Makkah tahun 1977. Ide ini diikuti oleh berdirinya universitas Islam Internasional di Islamabad (1981), Malaysia (1983), ISTAC di Kuala Lumpur (1987)  dan sebagainya. Institute Studi Islam Darussalam (ISID) sejak tahun 1993 telah menjalin hubungan dengan kedua universitas internasional diatas dan mengutus kader-kadernya untuk mendalami ide dan gagasan Islamisasi tersebut.

Kajian mendalam tentang ide Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer baru dapat dilakukan secara intensif pada Program Pascasarjana  Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam yang berdiri pada tahun 2010 (SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Kemenag) Nomor: Dj.I/267/2010). Dalam menjalankan misi Islamisasi ini, Program Pascasarjana ISID berpegang pada prinsip bahwa Aqidah is mother of science dan bahwa ilmu itu tidak netral karena dibangun oleh masyarakat yang memiliki agama, kepercayaan, ideologi dan pandangan hidup (worldview) tertentu. Maka dari itu ilmu pengetahuan yang dibangun oleh Worldview Barat sekuler harus dikaji ulang secara kritis berdasarkan worldview Islam, diadapsi aspek-aspek yang kompatibel dengan Islam dan kemudian dimasukkan ke dalam ranah ilmu pengetahuan Islam.[1]Hasil dari beberapa thesis mahasiswa menunjukkan upaya-upaya Islamisasi namun baru pada tahap integrasi konsep-konsep keilmuan Islam dan Barat. Diharapkan kerja-kerja riset Islamisasi yang bisa menemukan teori-teori baru dapat dilakukan di tingkat doktoral.

Program Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer mendapat tantangan dan tugas besar dengan berkembangnya ISID menjadi UNIDA Gontor (SK. Mendikbud RI Nomor 197/E/O/2014 tertanggal 4 Juli 2014) yang membuka 10 program studi sainstek dan humaniora disamping 10 program studi agama yang telah ada. Visi yang dicanangkan UNIDA adalah Menjadi universitas bersistem pesantren yang bermutu dan berarti, sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan yang berorientasi pada Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dan sebagai pusat kajian bahasa al-Qur’an untuk kesejahteraan umat manusia.

 Untuk merealisasikan visi tersebut dibentuklah Direktorat Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer.  Direktorat ini dijalankan oleh lulusan S2 Aqidah dan Filsafat  Islam UNIDA Gontor yang telah memahami konsep Islamisasi. Direktorat ini menyusun mata kuliah wajib tentang Worldview Islam dan Islamisasi untuk semua program studi dari semester 1 hingga semester 7.

Namun, dari program integrasi atau Islamisasi yang dicanangkan oleh berbagai universitas Islam di Indonesia pada umumnya masih belum berupa wacana yang belum menjurus pada penciptaan teori-teori baru. Demikian pula program Islamisasi pada prodi-prodi sainteks dan humaniora di tingkat S1 di UNIDA Gontor baru pada tingkat pengenalan dua bidang pengetahuan yaitu agama dan sains. Sedangkan pada tingkat S2 Prodi Aqidah dan Filsafat Islam riset-riset tentang Islamisasi baru pada tahap integrasi. Artinya mahasiswa hanya dapat mengintegrasikan pemikiran dua tokoh pemikir, Islam dan Barat dan belum mampu menghasilkan teori atau konsep baru dalam disiplin ilmu tertentu.

Oleh sebab itu diperlukan satu langkah lagi sesudah integrasi adalah Islamisasi, yaitu menghasilkan konsep-konsep baru dalam Islam. Langkah ini tidak mudah dilaksanakan kecuali oleh mahasiswa pada strata 3 atau doktoral. Maka dari itu UNIDA Gontor meningkatkan Prodi Magister Aqidah dan Filsafat Islam ke jenjang Doktoral dan telah terakreditasi oleh BAN-PT. Program Doktor ini diarahkan pertama untuk peningkatan kualitas riset yang berkaitan dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dan kedua untuk memberi sumbangsih kepada wacana integrasi yang sekarang menjadi isu hangat di Universitas Islam Negeri (UIN).

PROFIL LULUSAN PROGRAM DOKTOR

Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam ini terselenggara berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: 6547 Tahun 2015. Pada tahun 2019 ini Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam Pascasrjana Universitas Darussalam Gontor telah melahirkan dua alumni dengan gelar Doktor (Dr.)  saat ini sedang dalam proses akreditasi BAN PT.

Profil lulusan program doktor Aqidah dan Filsafat Islam Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor adalah sebagai berikut :

  • Akademisi
  • Peneliti
  • Ulama
  • Da’i
  • Cendikiawan
  • Dan lain-lain

VISI

“Menjadi Program Doktor yang unggul dalam pengembangan ilmu Aqidah dan Filsafat Islam sebagai basis Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer”

MISI

  1. Menyelenggarakan proses pendidikan tingkat doktor yang berorientasi pada keunggulan, kejujuran, integritas, dan kewibawaan akademik dalam suatu suasana religius yang dibingkai tradisi pesantren.
  2. Mengembangkan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi melalui penelitian pengembangan dan kajian ilmiah dalam kerangka paradigma Islamisasi Ilmu, yang memposisikan Aqidah Islamiyah sebagai basis teologis melalui tradisi dan budaya ilmiah;‎
  3. Menyelenggarakan program-program pengembangan masyarakat secara konsisten, dalam konteks kearifan pesantren, yang diarahkan untuk ‎membangun tatanan kehidupan Islami dan ikut aktif dalam menyelesaikan problem umat.
  4. Mengembangkan suasana akademik sebagai pengembangan wawasan keilmuan yang memposisikan Aqidah Islamiyah tidak hanya sebagai pedoman hidup, tetapi juga merupakan basis teologis bagi pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

TUJUAN

  1. Terselenggaranya program pendidikan Pascasarjana yang menghasilkan doktor yang memiliki pemahaman dan wawasan keislaman yang mendalam dan komprehensif, mempunyai keahlian dalam pengembangan ilmu berdasarkan Islamic worldview, profesional, kompetitif, dan berakhlak mulia sebagai wujud dari komitmen keislamannya;.
  2. Berkembangnya proses pendidikan yang melahirkan temuan-temuan ilmiah sebagai konsekuensi dari filsafat keilmuan yang memposisikan Aqidah Islamiyah basis pengembangan ilmu-ilmu, sekaligus sebagai basis ‎integrasi keilmuan, baik integrasi antar ilmu, maupun antara ilmu dan agama;
  3. Terselenggaranya suasana akademik yang menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa dan kemampuan kepemimpinan, mempunyai komitmen pada kemajuan Islam dan umat, berwawasan global, dan terus terlibat aktif dalam pengembangan masyarakat dan menyelesaikan problem umat.
  4. Berkembangnya suasana akademik yang memungkinkan pengembangan wawasan keilmuan dengan memosisikan Aqidah Islamiyah tidak hanya sebagai doktrin dan pedoman hidup, tetapi juga merupakan basis teologis bagi pengembangan ilmu, konsep-konsep etika, dan pandangan-pandangan mengenai produktivitas dan profesionalisme.

SASARAN

Dengan dicanangkannya visi misi dan tujuan Program Doktor Aqidah dan Filsafat Islam sebagaimana tercantum di atas, maka perlu menentukan sasaran untuk mempercepat tercapainya visi misi dan tujuan sehingga terjadi sinergi yang utuh dan memiliki tingkat kualitas yang tinggi dengan spektrum jauh dan luas. Berdasar pada pelaksanaan manajerial dan komitmen pada nilai-nilai akademik, maka perlu memfokuskan strategi pencapaian secara matang dan bertahap.

KURIKULUM

Kurikulum Pascasarjana UNIDA Gontor berlandaskan visi, misi, dan tujuan dengan mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta Peraturan Menteri No 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, dimana Beban SKS untuk Program Magister dan Doktor adalah 42 SKS, maka dirancang beban SKS sebagai berikut:

KODE MATA KULIAH SKS SMT
PPSI3-101 Epistemologi Islam 4 I
PPSI3-102 Metafisika Islam 4 I
PPSI3-103 Metopen Aqidah dan Filsafat [Ph.D) 4 I
AFI3-104 Teori dan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer 2 I
AFI3-105 Tahfidz 3  juz 0 I
JUMLAH SKS 14
AFI3-206 Ilmu Kalam dan Islamisasi Ilmu Pengetahuan 2 II
AFI3-207 Ilmu Kalam Kontenporer 2 II
AFI3-208 Studi Teks Kalam/Filsafat Islam 2 II
AFI3-209 Isu-Isu Pemikiran Filsafat Islam 4 II
AFI3-210 Seminar Internasional 0 II
AFI3-211 Reading Text 0 II
JUMLAH SKS 10
AFI3-312 Tahfidz 3 juz 0 III
AFI3-313 TOEFL 0 III
AFI3-314 TOAFL 0 III
AFI3-315 Karya Ilmiah Internasional Jurnal/Proseding 2 III
AFI3-316 Disertasi 16 III
JUMLAH SKS 18
TOTAL SKS 42

 Tenaga Pengajar

  1. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A
  2. Prof. Dr. Imam Mukhlas, M.A
  3. Prof. Dr. Shohirin Sholeh, M.A
  4. Prof. Dr. H.M. Roem Rowi, MA
  5. Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.A
  6. Prof. Dr. Mudjia Raharjo, M.A
  7. Prof. Dr. Alparslan Acikgenc
  8. Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud
  9. Prof. Dr. Mohd Kamal Hassan
  10. Prof. Dr. Hasan M. Kholifah
  11. Prof. Dr. Cemil Akdogan
  12. Prof. Dr. Faris Kaya
  13. Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA.,M,Phil
  14. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH
  15. Dr. Muhammad Kholid Muslih, MA
  16. Dr. Syamsuddin Arif, M.A
  17. Dr. Sujiat Zubaidi Saleh, M.Ag
  18. Dr. Mohammad Muslih, MA.
  19. Dr. Jarman Arroisi, M.A.