Hadiah Khusus Dr. Hidayatullah kepada Mahasiswi IZU

hadiah khusus dr. hidayatullah kepada mahasiswi izu turki

UNIDA Gontor – Jum’at 9 Agustus 2019 lalu, Dr. Hidayatullah Zarkasyi memberi tau’iyah diniyah bagi mahasisi Turki beserta seluruh panitai dan para mahasiswa pascasarjana yang membimbing mereka. Pada kesempatan ini, beliau memberi nasihat untuk mengambil pelajaran dan manfaat dari Gontor. “Anak-anakku dengan niat bahwa kalian mencintai segala sesuatu yang baik maka ambilah yang baik dari Gontor maka tinggalkan segala hal yang tidak baik yang kalian temui di sini”, ucap beliau memulai nasihatnya.

Dr. Hidayatullah melanjutkan, “Anak-anakku saya ingin memberi kalian hadiah khusus. Saya ingin kalian menjaga hadiah ini di dalam hati kalian”. Kemudian beliau menjelaskan rahasia kesuksesan seorang lelaki. “Di belakang setiap tokoh besar ada wanita-wanita shalihah. Karena itu do’akan agar suamimu dan keluargamu dianugerahi kedudukan yang mulia oleh Allah di dunia dan akhirat. Dan kedudukan yang mulia itu dengan shalat tahajjud”, lanjutnya. Seorang istri dan ibu perlu untuk mendo’akan suami dan anaknya agar dianugerahi kedudukan yang mulia oleh Allah SWT.

Kalimat ini berasal dari seorang tokoh. Yang ia dapatkan dari ibu dan istrinya, dia melihat apa yang dido’akan dan diperbuat oleh keduanya. “Seandainya do’amu untuk suamimu belum dikabulkan oleh Allah. Maka do’akan agar anak yang kelak lahir dari rahimmu menjadi orang yang besar dalam agama, dunia dan akhirat, jelas Dr. Hidayatullah. Kemudian beliau melanjutkan: “Dan untuk memiliki anak yang shalih kalian harus menjadi wanita dan ibu yang shalihah”.

Baca juga: Dr. Hidayatullah: Makna Lafadz Dzikir

Selain itu, Dr. Hidayatullah juga menjelaskan makna dari kata besar. “Makna besar itu beragam. Besar dalam pemerintahan berarti menjadi pemimpin atau mentri. Besar di universitas berarti menjadi pemimpin-pemimpinnya. Besar dalam agama berarti menjadi ‘Ulama”, terangnya.

Beliau juga menjelaskan tentang makna besar bagi Gontor. “Adapun menurut Gontor besar itu adalah siapa yang ikhlas mengajar al-Qur`an di tempat terpencil yang juah dari rumahnya. Kenapa? Karena pahalanya di sisi Allah lebih berlimpah dari yang lain”. Beliau memutup nasihatnya dengan memotivasi seluruh peserta untuk menjadi orang besar, setidak-tidaknya menjadi besar di dalam keluarga.

Sesi Tanya Jawab

Dalam sesi selanjutnya tiga orang mahasiswi IZU Turki mengajukan pertanyaan kepada beliau. Zilal, penanya pertama bertanya tentang hal terpenting dalam pendidikan seorang wanita. Beliau menjawab: ”Pendidikan wanita dilaksanakan dengan tiga tugas; tugas alami (kewanitaan), rumah tangga dan kemasyarakatan. Yang terpenting pada pendidikan wanita adalah pembiasaan terus-menerus dan tasyji’. Apa itu Tasyji’? Menjadi yang terbaik dalam setiap peran kalian, di atas, tengah atau di bawah, sehingga kalian menjadi nomor satu dalam segala hal”.

Pertanyaan kedua diajukan oleh Fatma yang menayakan tentang alasan adanya pelajaran nisaiyyah bagi santriwati. “Kenapa tidak ada pelajaran Rijaliyah di pondok putra sebagaimana ada pelajaran Nisa`iyyah di pondok putri?, ujarnya. Dan beliau menjelaskan bahwa di pondok putra seluruh kegiatan dibentuk sebagai pelajaran rijaliyah. “Karena setiap kegiatan di pondok putra itu adalah pelajaran Rijaliyah. Perbedaannya adalah, pendidikan wanita dengan dengan pembiasaan yang terus-menerus sedangkan pendidikan laki-laki dengan pemaksaan. Karena laki-laki akan menjadi kuta dengan tanggungjawab, tanggungjawab terhadap keluarganya dan umat, jelas beliau.

Selanjutnya pertanyaan terakhir yang isinya sangat tidak terduga dan mengundang senyuman dari peserta lainnya datang dari nihal. “Jika selalu ada wanita shalihah di belakang setiap lelaki hebat, lantas siapa yang ada di belakang wanita shalihah?, ujarnya bertanya. Dr. Hidayatullah menjawab bahwa di belakang setiap wanita shalihah adalah Alla SWT yang tiada daya dan upaya selain dari-Nya.

Demikianlah Dr. Hidayatullah memberikan hadiah khusus dan istimewa bagi mereka. Hadiah berupa nasihat seorang guru kepada muridnya Nasihat sebagai bentuk kasih sayang seorang guru kepada murid.[Riza Nurlaila/Atqiya]

Sumber foto: http://bintangsri-green.blogspot.com/

Khot, Media untuk Menumbuhkan Ruh Tasabuq mahasiswi IZU Turki

A Joint Forum Indonesia-Turkey: Wadah Diskusi Mahasiswa HI dan IZU

Wawancara Ketua Panitia A Joint Forum Indonesia-Turkey