Magister Akidah Filsafat Islam UNIDA Gelar Majelis Pertimbangan Akademik

MPA Magister Akidah Filsafat Islam

Magister Akidah Filsafat Islam Universitas Darussalam menyelenggarakan Majelis Pertimbangan Akademik/Sidang Proposal Tesis pertama pada tahun ajaran 1441-1442 pada Sabtu, 10 Oktober 2020. Majelis perdana kali ini diikuti oleh Amal Hizbullah Basa Mahasiswa semester 7 dan Muhammad Fawwaz Rizaka mahasiswa semester 5. Adapun penguji pada Majelis ini adalah Kaprodi Magister AFI Al-Ustadz Dr. M. Kholid Muslih, M.A., pengampu Mata Kuliah Epistemologi Alquran sekaligus Pakar pemikiran Nursi Al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh, M.Ag, dan Dosen Filsafat Politik UNIDA Gontor Al-Ustadzah Dr. Rashda Diana, Lc. M.A. Majelis juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa pasca UNIDA.

Kedua mahasiswa mengambil objek Tesis yang sama yaitu pemikiran BadiuzJzaman Said Nursi, namun dengan fokus yang berbeda. Amal Hizbullah fokus aspek  ‘ilaj qudsi dengan judul Al- ‘ilaj al-qudsi ‘inda Badi’uzzaman Sa’id Nursi, sedangkan Fawwaz fokus kepada pemikiran politik Nursi dengan menulis judul Al-Fikr al-Siyasi li Badi’uzzaman Sa’id Nursi (‘Ard wa Tahlil).

Amal berhasil mempertahankan judul Tesisnya dengan menjawab berbagai pertanyaan penguji. Di antaranya menjawab pertanyaan Dr. Sujiat Zubaidi tentang keistimewaan pemikiran Nursi (Mumayyizat Fikri) sehingga dipilihnya untuk menjadi objek penelitian. Amal juga memaparkan apakah Nursi adalah seorang teolog, seorang sufi, apakah seorang mufasir? Adapun dalam teknis penulisan, masukan al-dawa’I al-raisiyyah, masdar al-raisi  (referensi utama), keterkaitan paragraph antara satu dengan lainnya, tinjauan pustaka yang perlu rincian halaman.   Dr. Rashda Diana menggarisbawahi konsep ‘ilaj qudsi Said Nursi, apakah konsep tersebut benar dipelopori oleh beliau? Apakah ilaj qudsi pernah diterapkan dalam penyempuhan gangguan psikologis dan jiwa, atau pernah diterapkan dalam tradisi agama lain. Hal-hal tersebut yang perlu pembuktian lebih mendalam yang menurut Dr. Rashda akan sangat bermanfaat untuk peemcahan permasalahan psikologis. Dr. Kholid menyoroti problem akademik Tesis Amal yang berbeda ketika ia mengambil problem psikologis Barat tetapi menggunakan pendekatan psikologis sufi Islam sebagai penyelesaian di mana hal itu memiliki latar belakang dan sebab yang berbeda. Konsep Psikologis Ghazali yang dibandingkan dengan konsep Nursi menurut Dr. Kholid tidak sinkron, maka perlu mencari psikolog atau sufi selain Imam Ghazali yang lebih sesuai dengan aliran psikologi/jiwa Said Nursi.

Fawwaz Rizaka juga berhasil mempertahankan judul tesisnya dengan menjawab pertanyaan Dr. Sujiat Zubaidi tentang keterkaitan Pemikiran Nursi dengan Pemikiran ibn Taimiyyah, pertanyaan Dr. Rashda tentang latar belakang munculnya pemikiran politik Nursi. Dr. Kholid Muslih mengkritik pemilihan kata “fikr” dalam judul, sedangkan Fawwaz menggunakan pendekatan filsafat. Kemudian penulisan tahdid mas’alah (pembatasan masalah), dan (ithor al-nadzari) pendekatan yang belum jelas tertulis dalam proposalnya.

Semoga menjadi pemicu mahasiswa lain untuk segera menyelesaikan progress Tesisnya. Amin.