Mahasiswa Doktoral Berdiskusi sebelum ‘Hanyut’ dalam Metafisika Islam

Mahasiswa program doktoral Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA angkatan 5 pada hari Ahad (27/6) mengadakan diskusi sebelum mengikuti perkuliahan mata kuliah metafisika Islam bersama Dr. Syamsudin Arief MA. Yang menarik untuk dicermati adalah kesungguhan dan antusias mereka dalam menekuni topik mata kuliah tersebut; mereka bersepakat untuk berdiskusi sebelum mempelajarinya. Memang sejak masa orientasi perkuliahan, angkatan ini sudah terlihat kesungguhannya dalam menimba ilmu di program pascasarjana UNIDA. Bayangkan saja angkatan ini adalah yang paling lama masa orientasinya dan full kegiatan; dua hari non-stop tanpa henti. Dan yang lebih menarik lagi, selepas orientasi pada pukul 22.00 WIB dalam kondisi lelah mereka tetap mengadakan rapat pembentukan ketua kelas dan merencanakan strategi jitu dalam menyelesaikan studi, sungguh sangat luar biasa. Pada acara tersebut akhirnya diputuskan yang menjadi ketua kelas adalah saudara M. Taqiyuddin; dosen dan anggota direktorat Islamisasi UNIDA, sosok seorang pemimpin yang bisa diandalkan dalam keilmuan dan kepribadian.

Dipimpin saudara M. Taqiyuddin, akhirnya diskusi itu dimulai pada jam 09.00 di ruang 103 pascasarjana UNIDA. Mereka menelaah berbagai hal; mulai definisi metafisika menurut Aristoteles, Al-Farabi, Ibn Sina dan Al-Kindi sampai topik dari buku para ilmuwan tersebut. Cukup tinggi semangat dan antusias mereka dalam mendiskusikan tema tersebut, sampai tidak terasa jam menunjukan pukul 10.10 WIB yang kemudian dilanjutkan kuliah dan menimba ilmu metafisika Islam secara online bersama pakar metafisika Islam, Dr. Syamsuddin Arief, MA.

Dalam perkuliahan, mereka mendapatkan gambaran orientasi dan penjelasan materi serta distribusi tugas yang harus mereka kerjakan untuk pertemuan selanjutnya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi mereka dan semoga terus konsisten sampai pada puncaknya. Amien (Ryan Arief Rahman)