Bi`ah Lughawiyah, Faktor Peningkatan Bahasa Arab Mahasiswi IZU Turki

Mahasiswi IZU Turki

‘Bi`ah lughawiyah’ menjadi faktor utama peningkatan kemampuan berbahasa Arab Mahasiswi IZU Turki. “kami melihat bahasa Arab, kami mendengar bahasa Arab dan kami merasakan bahasa Arab di mana-mana. Ini faktor utama yang membantu kami untuk meningkatkan bahasa Arab kami”, ujar Çise Nur ÇİMEN.

UNIDA Gontor – Universitas Darussalam Gontor berkembang menjadi tujuan pembelajaran bahasa Arab yang ramai peminat pada beberapa tahun terakhir. Program pembelajaran bahasa Arab kerap dilaksanakan dengan peserta yang beragam. Pada tahun ini, UNIDA Gontor kedatangan 16 mahasiswi Istanbul Sabatiin Zaim University Turki. 13 orang berasal dari Turki, 2 orang berasal dari Prancis dan 1 orang berasal dari Yunani. Mereka datang untuk mengikuti program intensif pembelajaran bahasa Arab. Program ini adalah tindak lanjut dari MoU antara UNIDA Gontor dan IZU Turki. Para mahasiswi IZU ini akan belajar bahasa Arab secara intensif selama dua bulan.

Proses belajar mengajar berlangsung dari hari Sabtu sampai hari Kamis. Kegiatan di dalam kelas dimulai pada pukul 8 pagi sampai 11 siang. Kemudian kelas dilanjutkan kembali pada pukul 2 hingga pukul 3. Di luar waktu itu terrdapat berbagai kegiatan yang menunjang proses pembelajaran dan pendidikan mereka selama di UNIDA.

Mahasiswi IZU Turki Fokus Meningkatkan Kemampuan Berbicara

Program intensif pembelajaran bahasa Arab bagi mahasiswi IZU ini berfokus pada peningkatan kemampuan berbicara. Untuk materi yang diajarkan mencakup semua keterampilan berbahasa mulai dari keterampilan berbicara, mendengar, membaca dan menulis. Tapi secara khusus program ini lebih berfokus pada keterampilan berbicara.

“kemampuan mereka saat awal kedatangan mungkin sekitar 7 dalam skala 10. Tapi mereka belum  berani untuk berkomunikasi dengan bahasa Arab secara langsung”, ujar ustadzah Nurussholikhati saat dimintai keterangan. Para peserta program ini telah memiliki bekal bahasa Arab. Karena mereka telah mempelajari bahasa Arab anatar tiga sampai empat tahun di universitas. Namun belum terbiasa untuk berbicara dengan bahasa Arab.

Ustadzah yang menjadi mudabbiroh mereka ini menambahkan bahwa untuk berkomunikasi dengan kami (pengurus), mereka bisanya hanya dengan bahasa Arab. Itu yang memaksa mereka untuk berbicara dengan bahasa Arab.

Baca juga: Wawancara Eksklusif dengan Mahasiswi IZU Turki

Bi`ah lughawiyah atau lingkungan berbahasa di UNIDA Gontor tidak mereka temui saat belajar di Turki. Kondisi ini yang mempercepat peningkatan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan bahasa Arab. “saat di Turki kami belajar bahasa Arab tapi tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berkominkasi dengan bahasa Arab”, ujar Fatma, salah seorang mahasiswi IZU Turki. Mahasiswi lain, Çise Nur ÇİMEN, menambahkan, “kami melihat bahasa Arab, kami mendengar bahasa Arab dan kami merasakan bahasa Arab di mana-mana. Ini faktor utama yang membantu kami untuk meningkatkan bahasa Arab kami”.

Dan pada paruh akhir bulan kedua ini disiplin berbahasa akan lebih diintensifkan lagi. “saat kalian keluar kamar dan selama kalian berada di lingkungan asrama ini kalian wajib berbahasa Arab di antara kalian. Kalau lagi menelpon ke rumah baru boleh pakai bahasa Turki”, ujar ustadz Wahyudi dihadapan para mahasiswi usai kelas maharatul istima`. Ini untuk memkasimalkan waktu mereka yang tersisa di UNIDA.

Materi Pembelajaran Lain

Selain materi khusus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, terdapat materi lainnya yang diajarkan. “mereka juga ada muhadharah, munazharah, diskusi, bahasa Inggris, khot, kajian sirah nabawiyah, tahsinul qira`ah, tahfidz dan fotografi”, jelas ustadz Alfi Mamduh saat diwawancarai pekan lalu. Materi-materi ini adalah materi tambahan yang juga menunjang pembelajarna bahasa Arab mereka.

Seperti diskusi, muhadharah dan munazharah akan membantu mereka untuk membiasakan diri berbicara dengan bahasa Arab. Dalam kegiatan ini ada praktik berbahasa secara langsung.  Karena dalam ketiga kegiatan tersebut setiap mahasiswi diharuskan mempersiapkan diri untuk berbicara dengan bahasa Arab tentang materi terkait. “kami sangat suka munazharah, musyrifah akan memilihkan judul dan kami harus mempersiapkan materi terkait judul tersebut”, ujar Fatma menjelaskan kegaitan munazharah. Acara muhadharah dan munazharah ini diadakan secara bergantian pada hari Sabtu tiap pekannya.

Selain itu, pada hari Sabtu juga dilaksanakan pembelajaran materi khot. “untuk materi khot diawali dengan penjelasan teknis dan teoritis. Pada pertemuan-pertemuan di kelas selanjutnya hanya diisi dengan pengoreksian tulisan”, jelas ustadzah Riza Nur Laila, salah satu pengajar materi khot. Dia juga menjelaskan bahwa mayoritas peserta sangat tertarik dengan materi khot, meski ada sebagian kecil yang kesulitan.

Kegiatan lainnya adalah praktik forografi yang dilaksanakan setiap hari Kamis sore. Acara ini dilaksanakan bekerjasama dengan bagain dokumentasi UNIDA dan beberapa dosen yang memiliki kecakapan dalam bidang ini. [Atqiya]

Puisi Pascasarjana: Penampilan Perdana Teras Peradaban

Alhambra Night 3.0 Menjadi Penutup Khutbatu-l-‘Arsy UNIDA Gontor

Hikmah ‘Idul Adha: Mengambil Ibrah dari Kisah Nabi Ibrahim

Rektor IIUM Beribicara Tentang Kesan Terhadap Gontor