“Menulis itu Kegiatan Harian Mahasiswa Pascasarjana!”

Belasan motor dan mobil berjajar rapi di depan gedung pascasarjana Senin pagi (30/11). Menjelang zuhur ruang 103 pascasarjana sesak dipenuhi oleh para mahasiswa doktoral yang sedari pagi mengikuti karantina penulisan disertasi doktoral. Terlihat bapak rektor Prof. Hamid Fahmy Zarkasy, direktur pascasarjana Dr. Kholid Muslih, kaprodi doktoral Dr. Jarman Arroisi, dan senat pascasarjana Dr. Sujiat Zubaidi Saleh, turut hadir memberikan wejangan dan nasihat. Acara evaluasi karantina penulisan disertasi ini dilakukan setelah berjalan sekitar 3 pekan setiap hari Sabtu hingga Senin. Menurut direktur pascasarjana, program karantina ini merupakan terobosan bernilai positif, meski sedikit banyak bertabrakan dengan amanah lain yang diemban oleh masing-masing mahasiswa. Hal ini maklum adanya mengingat latar belakang yang beragam dari setiap individu. Beliau berpesan bahwa gesekan seperti itu perlu direspon dengan dua hal: komitmen dan evaluasi, tentunya dengan tajdid niat setiap saat.

Dalam kesempatan kali ini rektor Universitas Darussalam Gontor Profesor Hamid Fahmy Zarkasy ikut menyampaikan pesan-pesan penting terkait penulisan karya ilmiah.

Pertama, karantina ini adalah upaya pengkondisian diri yang bersifat memaksa diri untuk terus menulisa di manapun berada. Karantina ini merupakan kegiatan menguras energi fisik dan pikiran, mengingat di dalamnya seorang peneliti dituntut untuk terus konsisten menulis, membaca, mengutip, dan berdiskusi topik-topik yang ditekuninya.

Kedua, perihal kutipan (quotation) tidak dibatasi dan dibebaskan untuk mengutip siapapun, termasuk orientalis dan tokoh liberal sekalipun. Tentunya dengan satu catatan, bahwa kesimpulan dan argumen yang membangunnya harus tetap dilandasi oleh worldview Islam yang lurus dan benar. Sehingga kesimpulan yang dihasilkan akan sangat kuat karena diwarnai oleh beragam argumen dari berbagai sudut pandang, meskipun dari tokoh-tokoh yang kontra dengan misi Islamisasi. Dinamika menulis sangatlah kompleks, karena di situ peneliti akan berinteraksi dengan sekian banyak ide dan gagasan yang tidak jarang saling bertabrakan dan bertentangan. Sebagai seorang peneliti kualitas doktroral, analisisnya harus sudah mapan dengan mampu membentuk pendapat sendiri dari ide- dan gagasan sekian banyak tokoh.

Ketiga, dalam (karantina) penelitian, seorang researcher tidak lazim terpaku dengan kegiatan menulis terus menerus, namun perlu diimbangi dengan porsi waktu yang cukup untuk khusus membaca. Singkatnya, “copying is not reading, reading is not writing”, copy-paste itu bukan membaca, proses membaca tentu berbeda dengan proses menulis. Keempat, peneliti harus tahu betul dengan mood dan kebutuhannya. Saat semangat membaca, hindari menulis, dan sebaliknya. Jika tidak ada interest untuk melakukan keduanya, gunakan waktu untuk berdiskusi, jangan dibiarkan kosong dengan melakukan hal-hal tidak berarti. Beliau menggarisbawahi bahwa seorang peneliti tidak boleh melewatkan sehari pun tanpa menulis. Menulis harus menjadi kegiatan harian seorang peneliti dalam kondisi apapun.

Kelima, bapak rektor juga mengingatkan bahwa proses menulis juga tidak harus kronologis, urut dari bab 1 hingga 4. Pendahuluan bisa saja ditulis belakangan setelah menyusun argumen di bab 3 dan 4. Tentunya dengan tetap memperhatikan porsi penulisan, sehingga bab 1 tidaklah lebih banyak dari bab 4. Semua teknis menulis ini pastinya perlu proses dan waktu yang tidak sebentar untuk menguasai dan mengamalkannya. Karenanya, peneliti dituntut untuk biasa membaca hasil penelitian orang lain dan menganalisanya untuk terus mengasah skill penulisannya.

Diharapkan dengan pengawalan intensif semacam ini, doktor-doktor unggul dengan karya masterpiece sebagai sumbangsih di bidang akademik akan segera lahir menghiasi dunia pemikiran Islam di Indonesia dan dunia dari rahim Universitas Darussalam Gontor.

Amir Reza Kusuma

Amir Reza Kusuma

Seorang kandidat magister Aqidah dan Filsafat Islam di Universitas Darussalam Gontor, pecinta bola, dan staf pascasarjana prodi Doktoral
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Artikel Terkait:

TOP