“Pekerjaan itu Bernilai Saat Selesai Dituntaskan”

Ada yang berbeda Sabtu siang (8/1) di ruang perpustakaan 103 Gedung Pascasarjana kali ini. Tampak belasan kendaraan bermotor berjajar rapi di depan gedung diikuti oleh puluhan mahasiswa putra dan putri terlihat fokus mendengarkan arahan dan hikmah dari Direktur Pascasarjana Dr. Kholid Muslih dan wadir Dr. Jarman Arroisi sejak pukul 14.00. Mereka bukan mahasiswa biasa, melainkan mahasiswa dengan masa studi 8 semester ke atas, yang lapar akan wejangan dan arahan untuk memupuk terus motivasi mereka dalam bertindak dan bersikap di masa studi sekian panjang.

Dibuka oleh Dr. Jarman Arroisi yang mengingatkan bahwa masa studi semester ini hanya tersisa 3 bulan, yakni Jumadal Akhir, Rajab, dan Sya’ban. Beliau mewanti-wanti batas akhir ujian tesis di pertengahan bulan puasa, tepatnya pada tanggal 15 Ramadhan. Dalam keadaan apapun, meski terlambatm tajdid niyat harus terus digaungkan demi memompa semangat hingga akhir penulisan. Dalam data yang tercatat akan ada 8 mahasiswa yang akan segera ujian tesis di bulan Januari dan Februari mendatang yaitu: Arizqiya Nur Fattah, Habiburrahman, Rizqi Fadhilah, Abdul Wahid, Harits Mutasyim, Habibi, Sofian Hadi, dan Ayu Cahyaning. Diharapkan mahasiswa lain segera menyusul dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Dr. Kholid Muslih menambahkan bahwa bencana besar mengancam saat ini, dengan tersisanya 35 mahasiswa semester lanjut yang belum menuntaskan masa studi. 4 tahun belajar di jenjang magister itu berat dan menghabiskan banyak modal. Andaikan perjuangan sedemikian berhenti tidak menghasilkan, tentu itu adalah kerugian besar yang harus dihindari. Beliau pribadi menyikapi bahwa mengeluarkan keputusan Drop-Out itu sudah sangat memberatkan hati, lebih-lebih keputusan pengusiran akibat pelanggaran disiplin. 

Previous
Next

Maka ini adalah ujian terbesar, barangsiapa mampu melewatinya akan terasa indah saat mengenangnya. Lain halnya saat berujung kegagalan akibat tiadanya kesungguh-sungguhan, tentu hanya akan tersisa malu dan penyesalan saat mengingat sejarah kelam. Semua kegiatan harus diberhentikan, siang malam hanya didedikasikan untuk menulis tugas akhir. Maka monitoring dari pihak pascasarjana akan dicanangkan dengan berbagai format, baik karantina maupun pertemuan intensif. Prinsip yang harus dipegang saat ini adalah tuntaskan pekerjaan, lebih baik selesai (sesuai kemampuan) daripada sempurna (tanpa pernah selesai). Hal ini selaras dengan kata hikmah “Innama al-a’maalu bi khawaatimiha”, pekerjaan itu akan bernilai saat sudah tuntas diselesaikan. Pertemuan ditutup dengan doa dan harapan bahwa semua yang mengikuti pertemuan mampu menuntaskan tugas akhir dan masa studinya sebelum batas akhir yang ditentukan. 

Amir Hidayatullah

Amir Hidayatullah

Seorang sarjana Islam dari Universitas Darussalam Gontor, alumni KMI Gontor 2014 SMART Generation, dan guru Gontor 2 selama 7 tahun. Pemain musik dan maniak teknologi ini menempuh studi Magister Pascasarjana UNIDA Gontor bidang Aqidah dan Filsafat Islam sejak tahun 2020.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Artikel Terkait:

TOP