Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penelitian Tesis Magister (PTM)

Kumpul PTM

UNIDA Gontor – 20 Agustus 2019 pukul 08.30, pertemuan tersebut diadakan di Ruang Senat Universitas. Dr Setiawan membuka pertemuan dan memberikan pendahuluan seputar proposal pengajuan dan pelaksanaannya. Kemudian, beliau mempersilakan kepala LPPM Dr Fajar Pramono untuk melaporkan kendala atau progres penelitiannya.

Dr Fajar menyampaikan bahwa PTM kali cukup mendapatkan lompatan kemajuan, karena itulah dapat melibatkan dosen pembimbing sejumlah 68 orang dengan 25 judul. Karena itulah, kadangkala koordinasi belum terlaksana dengan lancar. Selain itu, karena juga berbagai kesibukan dosen tersebut dalam berbagai sektor.

Untuk penelitian terbaru; masih 9 proposal yang baru masuk di simlitamas. Di ristek dikti, ada 43 usulan baru dan 39 nya telah disetujui dengan 9 kerjasama antar perguruan tinggi dan 24 Penelitian Dosen Pemula serta 10 lainnya berupa pemula atau terapan.

Tujuan program ini diantaranya publikasi dosen-dosen dan percepatan Penelitian Tesis. Luarannya berupa prosiding Internasional, jurnal Nasional Sinta 1 hingga 4 dan model lain seperti bahan ajar, peraga, dan terkait HAKI. Program ini didukung dana dari pemerintahan. Artinya, terdapat 2 pertanggungjawaban; yakni tanggung jawab akademik dan administrasi.

Ukuran kesuksesannya adalah: 1) publikasi ilmiah dan 2) penyerapan anggaran penelitian. Dalam kegiatan, pengeluaran adalah: 1) bahan 2) pengumpulan data 3) analisa data dan 4) publikasi. Karena itulah, tidak ada problem bagi yang penelitiannya sudah selesai; karena tujuannya adalah publikasi ilmiah.

Baca juga: Al Ustadz KH. Ahmad Suharto: Benarkah Kita Merdeka?

Hal yang baru, bahwa Gontor mendapat kesempatan bahkan menjadi model untuk program ini. Sebenarnya, keuntungannya akan kembali kepada kampus dan civitads akademi di dalamnya; oleh karena itu, program ini perlu disosialisasikan dan dipahami dengan baik. Karena, hal yang sangat baru akan mengakibatkan kurang pahamnya mahasiswa yang dibimbing, bahkan hingga dosen juga ada yang perlu mendapat arahan dan koordinasi lebih.

Dalam hal keuangan, membawa amanah 2 miliar bukanlah mudah. Apalagi, basis program ini adalah luaran dan penyerapan anggaran. Namun, ini membutuhkan kerjasama tinggi dari dosen-dosen dan kerja keras dari mahasiswa terkait.” Demikian Dr Fajar Pramono menyelesaikan laporannya.

Prof Amal Fathullah menyatakan bahwa “program ini, perlu koordinasi yang jelas; bahkan hingga jika terdapat keberatan atau keluhan dan kendala juga perlu diselesaikan sejelas jelasnya. Riset ini adalah ujung tombak universitas. Dan akan menjadi indeks prestasi kita, dan Saya pun harus tahu, karena saya turut bertanggungjawab di sini.”

“Dalam administrasi terkait perjalanan dinas, soal pelaporan mesti diluruskan dengan cara kita, namun diusahakan agar sesuai aturan di ristekdikti. Agar kita selamat lahir batin. Maka, jangan sampai kita korbankan prestasi yang akan kita bangun melalui program penelitian ini.” Demikian arahan beliau.

Dr Syamsuri menyampaikan bahwa “program ini adalah amanat yang besar. Karena awalnya kami hanya tahu sedikit, lantas kami undang tim LPPM. Hal ini, kami anggap penting diadakan demi peningkatan kualitas Tesis, penguatan publikasi, hingga penyelesaian Tesis. Awalnya pun kami mendorong sekitar 15 proposal. Selain itu, mencarikan dosen pembimbing yang memenuhi kualifikasi dikti juga tidak mudah. Namun akhirnya kami bisa memenuhinya.”

Di akhir sesi, diadakan tanya jawab dosen dan mahasiswa seputar teknis dan pelaksanaan luaran dan administrasi dana penelitian. Dari pertemuan ini, Prof Dr Amal Fathullah Z berharap bahwa kegiatan penelitian tidak boleh terkendala administrasi atau laporan wajib lainnya.[Taqiyuddin]

Lainnya dari Pps Unida:

Membicarakan Waktu: Apakah Waktu Itu?

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an