Sosialisasi Mahasiswa Baru Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor

OLEH: Alhafidh Nasution

Mantingan,  Rabu 24 Maret 2021. Dalam acara sosialisasi mahasiswa program Pasca Sarjana yang dilaksanakan oleh Prodi Aqidah Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor yang diikuti oleh mahasiswi dari tiga Program Studi yang berbeda, yaitu: Prodi Aqidah Filsafat Islam, Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir, dan Prodi Studi Agama-Agama. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Pasca Sarjana, Kampus Putri Matingan. 

Dalam kesempatan tersebut, bapak Rektor Universitas Darussalam Gontor menyampaikan bahwa Pentingnya meneruskan jenjang Strata Dua bagi mahasiswa dan mamasiswi.  Menurut beliau  S2 merupakan suatu keniscayaan di zaman ini. Bahkan sekarang, guru SMA saja banyak yang mengenyam pendidikan S2, oleh karena itu maka perlu kepada mahasiswa untuk tidak berhenti hanya S1 saja.

Dalam pertemuan ini sebahagian besar diikuti oleh mahasiswa semester 8 (delapan) yang sebentar lagi akan menyelesaikan kuliah mereka. Bapak Rektor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi juga menyampaikan bahwa: “Kalau mahasiswi semester 8 tidak memiliki program yang jelas, akan ia lakukan apa setelah selesai kuliah nanti,  alangkah baiknya untuk tetap meneruskan  S2-nya  di Unida Gontor”. Menurut beliau, ada beberapa yang menjadi alasan kenapa S2 di Unida itu berbeda dengan universitas-universitas lain. Di sini mahasiswa ataupun mahasiswi digembleng dengan serius. Kita mendidik anak dengan sistem Pesantren, dengan itu maka potensi yang dimiliki anak akan bisa berkembang. Namun, tidak begitu halnya dengan diluar sana, mereka belum tentu bisa mengembangkan dirinya dengan sedemikian rupa”.

Dalam kesempatan itu juga Bapak Rektor menyampaikan bahwa Unida itu adalah kampus yang  membawa Visi Islamisasi, yang mana Isu Islamisasi ini hanya ada di Unida saja. Beliau menegaskan: “Diseluruh perguruan tinggi di Indonesia tidak setuju dengan Islamisasi, tapi disana lehih dikenal dengan istilah Integrasi, itu pun tidak jelas. Di sini (Unida) kita serius mengembangkan Islamisasi ini, dan untuk memahami Islamisasi kita harus belajar Worldview dulu, selanjutnya belajar Islamisasi”.  

“Basis epistimologi Islam itu adalah Teologi, sedangkan di barat Filsafat itulah basis epistimologi mereka”. Tergasnya juga.

Konsep Islamisiasi ini dimasa yang akan datang akan sangat dibutuhkan orang, banyak universitar-universitas di Indonesia yang belajar Islamisiasi kepada Universitas Darussalam Gontor. Beberapa waktu lalu misalnya, bapak rektor banyak diundang untuk menjadi pembicara seminar, hanya khusus untuk menjelaskan konsep Islamisasi.

dalam Sosialisasi ini tidak hanya bapak rektor saja yang menjadi pembicara, namun dilanjutkan oleh empat orang ustadzah yang sharing pengalaman mereka selama kuliah di prodi Aqidah dan Filsafat Islam.

Ustadzah Nabila misalnya menyampaikan bahwa, kenapa ia tetap bertahan untuk kuliah di Unida itu adalah dikarenakan baginya tidak ada alasan untuk tidak belajar disini. Alasan itu jugalah yang menjadikan ia untuk tetap meneruskan doktoralnya di Universitas Daru ssalam Gontor ini.

Dan diteruskan oleh Ustadzah Novita, beliau ini adalah mahasiswi non-KMI yang awalnya background beliau adalah Tarbiyah yang kemudian meneruskan S2 di Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam. Ada yang menarik dari perjalanan ustadzah Novita ini, beliau mengatakan: “Saya itu awal mula di Unida ada rasa tidak betah, karena di sini dosennya berbahasa arab ketika mengajar. Karena background saya Tarbiyah dan bukan alumni KMI maka saya memiliki kesulitan untuk memahawi apa yang dijelaskan oleh dosen, tapi karena saya berkeyakinan bahwa Unida ini adalah tempat yang Allah pilih untuk saya, maka saya yakin pasti akan bisa saya jalankan walaupun perjalanannya berdarah-darah”.

Setelah ustadzah Novita memaparkan alasannya belajar di Afi S2 Unida, selanjutnya diteruskan oleh Ustadzah Khatimah, Beliau menyampaikan bahwa awalnya beliau ingin meneruskan s2 di salah satu kampus negeri, bahwa saat itu beliau sudah sempat diterima di kampus itu namun ia akhirnya memilih Unida untuk meneruskan studinya. Alasan yang lain yang manjadi pondasi untuk bertekat meneruskan di Unida adalah ingin belajar langsung dengan Ustadz Hamid Fahmi Zarkasyi”.

Terakhir oleh Ustadzah Netty, ketertarikan beliau kepada dunia pemikiran adalah alasan yang paling mendasar untuk belajar di Prodi Aqidah dan Filsafat Islam. Setalah semua pemateri menyampaikan materinya. Al-ustadz Harda Armayanto sebagai Ketua Progam Studi mengajak kepada mahasiswi untuk kiranya besedia untuk meneruskan studi mereka di Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor.