Sosialisasi Sistem Baru: Strategi Raih Pasca Unggul 2025

Rentetan acara Khubatu-l-Arsy UNIDA tahun ini berbeda dari biasanya. Kali ini seluruh civitas akademika internal kampus dipusatkan kegiatannya di aula gedung terpadu lantai 4, tanpa adanya Apel Tahunan dengan seluruh hingar bingar acaranya. Keputusan ini diambil menyikapi adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) oleh pemerintah yang berlaku sejak 3 Juli silam. Tak pelak, beberapa individu mengikuti kegiatan dari luar kampus dengan menggunakan jaringan Zoom. Namun demikian, acara tetap berlangsung hikmat dengan rentetan kuliah umum oleh para petinggi universitas sejak Ahad hingga Senin (12/7) pagi ini.

Kesempatan berharga ini tidak disia-siakan oleh pascasarjana untuk mengadakan sosialisasi persamaan persepsi dan pengenalan sistem dalam 3 hal sekaligus: Buku Panduan Akademik, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dan sistem Indek Prestasi Kesantrian (IPKs). Dengan dipandu 4 pembicara sekaligus, animo mahasiswa untuk mengenal dan memahami sistem pascasarjana tampak sangat tinggi meski berdurasi cukup panjang sejak pukul 8 pagi.

Empat pembicara ini menyampaikan 3 hal berbeda. Pertama, sosialisasi buku panduan akademik baru untuk tahun 2021-2025 yang dibawakan oleh kepala Tata Usaha, al-Ustadz Fahman Mumtazi, MH. Beberapa perubahan signifikan mencakup tata cara pengajuan judul final paper dan beberapa poin administrasi penting lainnya. Kedua, sosialisasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dibawakan oleh dua dosen sekaligus, al-Ustadz Usmanul Khakim bin Kayak, M.Ag selaku penanggungjawab PkM dan al-Ustadz M. Taqiyudin, M.Ag, alumni dana hibah penelitian. Ketiga, sosialisasi sistem penerapan Indeks Kesantrian (IPKs) yang dipaparkan dengan gamblang oleh al-Ustadz Eko Prasetio Widi dari Dewan Kepengasuhan (DKP). Sistem ini berfungsi sebagai alat ukur diri prestasi dan keaktifan mahasiswa di luar kelas. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang menarik dengan topik bahasan yang luas.

Di akhir, direktur pascasarjana menekankan pentingnya pengenalan dan pemahaman akan sistem yang berlaku. “Bermula dari kenal, seseorang akan masuk ke tahap cinta. Itulah makna ihsan yang sesungguhnya”, tegas al-Ustadz Khalid Muslih di penghujung acara. Diharapkan pascasarjana dengan sistem yang baru dan solid akan mampu menghasilkan alumni yang giat berkarya, berilmu, dan beramal serta gandrung perjuangan. Sehingga akan tercapailah target menuju universitas yang bermutu dan berarti dengan program akbar “PASCA UNIDA UNGGUL 2025”.