Tim Pascasarjana Mengalami Kekalahan pada Laga Kedua Futsal

Tim futsal pascasarjana melakukan laga lanjutan pada sore tadi, Sabtu 31 Agustus 2019. Laga ini adalah laga kedua tim pascasarjana. Laga yang berlangsung pada pertandingan kedua sore itu berakhir dengan kekalahan tim pascasarjana melalui adu penalti.

Pada laga ini tim pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Tarbiyah. Skuat pascasarjana terdiri dari Helmi, Alif, Mahmud, Reyhan, Haikal, Rodhi dan Ghofur.

Setelah berhasil unggul satu bola pada babak pertama, tim tarbiyah kebobolan pada babak kedua. Meski dapat menyamakan kedudukan tim pasca tidak mampu menambah satu bola pada sisa babak kedua untuk mengunci kemenangan atas tim tarbiyah.

Dengan skor imbang satu-satu, pertandingan dilnajutkan ke babak adu penalti. Tim penendang dari pascasarjana adalah Alif, Fadli dan Helmi. Giliran menendang pertama didapatkan oleh tim tarbiyah. Pada kesempatan kedua tim tarbiyah berhasil menjebol gawang pascasarjana yang dijaga oleh mahmud.

Penendang pertama dari tim pascasarjana adalah Alif yang berhasil membalas gol tarbiyah. Pada kesempatan selanjutnya tarbiyah kembali menjebol gawang pascasarjana. Sayangnya, pascasarjana tidak dapat membalas gol kedua ini. Skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tarbiyah. Pada kesempatannya yang ketiga penendang tarbiyah, Akbar, kembali menjebol gawang pascasarjana yang sekaligus mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-1.

Pertandingan Pertama Menang

Pada laga perdana cabang futsal tim pascasarjana berhasil mengantongi kemenangan. Pada laga awal ini pascasarjana berhadapan dengan tim Fakultas Saintek. Saat itu tim pascasarjana juga melalui proses panjgan sampai babak adu penalti untuk mengunci kemenangan.

Pertandingan berjalan sengit. Saling serang terjadi sepanjang pertandingan. Beruntung bagi tim saintek karena merak berhasil mencuri keunggulan pertama. Satu bagi santek dan kosong bagi pascasarjana. Tidak lama berselang tim pascasarjana berhasil mengejar ketertinggalan. Bahkan tim pascasarjana berhasil membalikan keadaan. Kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan pascasarjana.

Namun sayangnya pascasarjana tidak mampu mempertahankan keunggulan satu bola ini sampai akhir pertandingan. Pada akhir babak kedua tim saintek berhasil menyamakan kedudukan untuk memaksa tim pascasarjana berduel kembali pada babak penlati.

Baca juga:

PKU Gontor Ikuti Laga Perdana Muharram Cup 1441H

Tim Pascasarjana Memenangkan Laga Perdana di Cabang Sepakbola 

Pertandingan Uji Coba Pascasarajana Sebelum Muharram Cup

Dalam adu penalti saat itu juga terjadi pertandingan yang sengit. Masing-maisng tim memilih tiga orang penendang. Seluruh penendang dari kedua tim berhasil menyarangkan bola ke gawang. Membuat kedudukan akhir dalam drama adu penalti tersebut manjadi 3-3.

Untuk menentukan pemenang, pertandingan dilanjutkan dengan babak tambahn untuk tendangan penalti yang terakhir. Berbeda dengan mekanisme adu penalti pada babak sebelumnya. Pada babak ini hanya ada satu kali kesempatan menendang. Karena itu dilakukan undian menggunakan koin. Pemenang undian berhak untuk memnentukan posisi sebagai eksekutor penalti atau penjagawa gawang.

Pemenang undian saat itu adalah tim santek. Saintek memilih untuk menjadi penjaga gawang dan memberikan kesempatan menendang bagi tim pascasarjana  kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh penendang terakhir tim pascasarjana dengan menjebol gawang saintek. Dengan gol ini tim pascasarjana berhasil mengunci kemenangan atas tim saintek. Namun kemenangna dan keberuntungan ini tidak berlanjut pada fase setelahnya.[Atqiya]

Lainnya dari Pps Unida:

Kesan Tamu, Prof. Martin van Bruissen tentang Gontor dan Unida

Kunjungan Prof. Martin, Pps Unida Kembali Menjadi EO

Epistemologi Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya dalam Studi Al-Qur’an

Membicarakan Waktu: Apakah Waktu Itu?