Tingkatkan Kompetensi Literasi di Era Indutri 4.0, Unida Gontor Mengirim Mahasiswa Pascasarjana Mengikuti Konferensi Internasional di UMY

Perkembangan industri 4.0 selalu memicu para pegiat ekonomi untuk senantiasa meningkatkan kreativitas dan inovasi yang kompatibel. Industri yang berindikasikan dengan maksimilasi peran internet ini berimplikasi pada kehidupan harian para konsumen dan permintaan pasar. Permintaan pasar pada era ini lebih mengutamakan fleksibelitas daripada harus melakukan interaksi sosial tawar menawar secara langsung. Dengan dorongan tersebut, produsen berusaha menyediakan kebutuhan pasar yang makin variatif dengan bantuan teknologi dan internet disamping ketatnya persaingan lokal dan global. Bukan hanya praktisi, akademisi juga dituntut untuk memberikan masukan dan strategi untuk kesiapan masyarakat Indonesia dalam menyongsong tantangan industri ini.

Dengan alasan ini, Unida mengutus salah satu mahasiswa pascasarjana program studi hukum ekonomi syari`ah, Dadang Irsyamuddin, untuk menjadi salah satu pembicara pada The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019). Konferensi ini juga turut dihadiri oleh ahli dalam bidang ekonomi dari tiga negara, Prof. Shu Hsien Liao (Tamkang, University Taiwan), Dr. Shafinar Hj. Ismail (UITM, Malaysia), dan Assoc. Prof. Pensri Joroenwanit Khon Khaen (University Thailand). Konferensi juga dihadiri Dr. Baruna Kurnianto dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Acara yang diselenggarakan pada Selasa 26 Maret 2019 di Ballroom Prambanan Hotel Cavinton Yogyakarta ini mengusung tema Strengthening Competitiveness to Cope with Industrial Revolution 4.0. diikuti oleh 45 peneliti yang dari berbagai negara yang akan mempresentasikan papernya pada sesi kedua konferensi ini. Pada sesi pertama, lima keynote speakers diatas memaparkan berbagai macam paper mengenai perkembangan persaingan dalam industri 4.0.

Dadang Irsyamuddin sendiri mempresentasikan paper dengan judul The Implementation of Public Economic Empowerment Based on Integrated Management (Study Case at Jogokariyan Mosque 2018) berfokus pada peran masjid Jogokariyan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pada era industri 4.0 ini. Ia diberi kesempatan untuk memberikan pemaparan singkat mengenai penelitiaannya dalam Focus Group Discussion yang terdiri dari 18 peneliti termasuk guru besar ilmu manajemen UMY Prof. Dr. Siswoyo Haryono, MM. FGD yang telah ditentukan panitia tersebut berkonsentrasi pada bidang yang diminati oleh peneliti di grup tersebut yaitu manajemen umum dan sumber daya manusia.

Dadang Irsyamuddin saat mempresentasikan makalahnya dalam forum The 5th International Conference of Management Sciences (ICOMS 2019)

Adapun dalam proses penyusunan paper tersebut, Dadang Irsyamuddin dibimbing oleh beberapa dosen UNIDA Gontor yang kompeten di bidang ekonomi Islam yaitu Dr.Syamsuri, M.sh, Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., dan Mufti Afif, M.A. Upaya yang dilakukan para peneliti UNIDA Gontor merupakan salah satu kepedulian dan tanggung jawab kepada umat atas tantangan global ini. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat berkontribusi menambah wawasan civitas akademika dan pelaku bisnis dalam strategi pengembangan ekonomi islam di era industri 4.0. [Dadang Irsyamuddin]