Wawancara Eksklusif dengan Mahasiswi IZU Turki

Wawancara Mahasiswi IZU Turki

Dalam beberapa tahun terakhir UNIDA Gontor berkembang menjadi pusat pembelajaran bahasa Arab yang sangat diminati oleh berbagai kalangan. Tiap tahunnya dilaksanakan berbagai program peningkatan kemampuan berbahasa Arab di UNIDA Gontor yang diikuti oleh pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum. Pesertanya pun berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Dan pada tahun ini UNIDA Gontor kedatangan 16 mahasiswi dari Istanbul Sabahattin Zaim University (IZU) Turki.

Pada Kamis sore, 08 Agustus kemarin, kami berkesempatan melakukan wawancara dengan Çise Nur ÇİMEN dan Fatma ALTUNTOP, dua orang perwakilan dari mahasiswi Turki yang sedang mengikuti program tersebut. Menurut mereka lingkungan berbahasa yang ada di UNIDA Gontor sangat cocok untuk peningkatan kemampuan berbahasa. Bagi mereka waktu sebulan yang telah mereka jalani relatif singkat akan tetapi sangat efektif. Karena mereka merasakan peningkatan yang pesat dalam kemampuan berbahas Arab mereka selama sebulan terakhir. Lalu apa saja kegiatan mereka selama di UNIDA Gontor? Apa faktor utama peningkatan kemampuan berbahasa Arab mereka? Simak selengkapnya dalam petikan wawancara berikut:

Bagaimana proses awal yang kalian lalui sampai akhirnya bisa berangkat ke UNIDA Gontor, apakah ada seleksi?

Awalnya kami mendengar pengumuman tentang program ini dari salah seorang dosen yang bertanggung jawab di Erasmus. Setelah itu kami mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini. Pada saat itu tidak ada seleksi apapun. Semua pendaftar diterima.

Program ini terbuka untuk seluruh fakultas dan jurusan. Saat ini peserta yang ada di sini berasal dari jurusan dirasah islamiyah dan pendidikan bahasa Arab. Selain itu ada juga satu mahasiswi yang berasal dari jurusan psikologi.

Kalian sendiri mengambil jurusan apa?

Saya mengambil jurusan dirasah islamiyah dan pendidikan bahasa Arab, saya mengambil double major.

Saya juga mengambil jurusan yang sama dengan Fatma. Saya mengambil jurusan pendidikan bahasa Arab.

Apakah seluruh mahasiswi yang menjadi peserta saat ini berasal dari Truki?

Oh, tidak. Mayoritas memang berasal dari Turki. Tapi ada dua orang yang berasal dari luar Turki. Satu orang berasal dari Yunani dan satu lagi berasal dari Perancis. Tapi kami semua berasal dari universitas yang sama.

Apa proses pada tahap selanjutnya setelah diterima? Apakah ada persiapan khusus?

Kami mengikuti dua kali pertemuan yang membahas tentang program ini. Dalam kedua pertemuaan itu dijelaskan secara umum tentang UNIDA. Selebihnya, tidak ada persiapan khusus setelah kami diterima untuk mengikuti program ini.

Jadi tidak ada program persiapan bahasa sebelumnya?

Tidak ada program persiapan bahasa. Kami di sana (IZU) juga belajar bahasa Arab, para dosen juga menjelaskan materi kuliah dengan bahasa Arab.

Apa tujuan kalian mengikuti program ini?

Tujuan kami mengikuti progarm ini ada tiga. Pertama, kami ingin mengembangkan kemampuan berbahasa Arab kami. Khususnya kemampuan kami dalam bercakap-cakap menggunakan bahasa Arab. Kedua, kami ingin mengenal budaya lain di luar budaya Turki. Ini adalah tujuan lain kedatangan kami. Kami ingin menenal budaya Indonesia. Ketiga, kami ingin mempelajari materi keislaman yang lainnya.

Apakah kalian memiliki gambaran tentang UNIDA sebelum kedatangan kalian?

Tidak, sama sekali tidak ada gambaran tentang UNIDA sebelumnya. Karena yang menjelaskan kepada kami tentang program ini pun tidak memiliki banyak hal untuk dijelaskan terkait UNIDA.

Apa perbedaan lingkungan berbahasa di sana dan di UNIDA?

Di Universitas kami, dosen mengajarkan bahasa Arab. Mereka menjelaskan dan kami mendengarkan. Di sini sebaliknya, kami yang aktif berbicara. Kami mendapatkan kesempatan lebih untuk praktek berbahasa Arab.

Selain itu, di sini proses pembelajarannya berbeda. Semuanya berbahasa Arab, dosen berbahasa Arab. Kami mendengar bahasa Arab sepanjang hari. Kalau di sana (IZU), kami berbahasa Arab terbatas hanya di dalam kelas. Sedangkan di sini (UNIDA) kami berbahasa Arab di dalam dan di luar kelas.

Saat ini sudah memasuki bulan kedua dari program ini. Apakah bahasa Arab kalian berkembang?

Iya, dalam sebulan terkahir bahasa Arab kami berkembang. Menurut kami ini adalah proses yang cukup cepat, dalam waktu sebulan dan bahasa kami berkembang banyak.

Dulu saat pertama kali datang, saya (Fatma) ingat sekali, saya hanya berbicara tidak lebih dari sepuluh kata saat diajak berbicara oleh dosen dari UNIDA. Tapi alhamdulillah saat ini saya sudah cukup lancar berbahasa Arab dan berkomunikasi dengan dosen-dosen.

Kalau saya (Cise), sebelumnya masih berfikir dengan bahasa Turki saat berbicara bahasa Arab. Saya berbicara bahasa Arab tapi di kepala saya bahasa Turki. Sekarang alhamdulillah, saat saya berbicara dengan bahasa Arab saya juga berfikir dengan bahasa Arab juga, tidak lagi bahasa Turki.

Menurut kalian apa faktor yang paling dominan dalam perkembangan kemampuan bahasa Arab kalian?

Menurut kami yang paling berpengaruh dalam perkembangan kemampuan bahasa Arab kami adalah bi`ah (lingkungan). Di sini kami hidup dalam lingkungan berbahasa Arab. Kami melihat orang yang berbahasa Arab. Kami juga mendengar orang yang berbahasa Arab. Kami merasakan bahasa Arab di keseharian kami.

Kami juga berbicara dengan bahasa Arab. Saat di dalam kelas kami berbicara dengan dosen menggunakan bahasa Arab. Saat di luar kelas kami juga berbicara menggunakan bahasa Arab, dengan musrifah atau lainnya. Jadi, lingkungun yang mendorong perkembangan bahasa Arab kami.

Baca juga: Bi`ah Lughawiyah, Faktor Peningkatan Bahasa Arab Mahasiswi IZU Turki

Apa saja materi yang kalian pelajari? Dan bagaimana jadwalnya?

Terdapat 4 jam pelajaran dalam sehari. Tiap jam pelajaran durasinya kurang lebih satu jam. 3 jam pelajar pada pagi hari, dimulai pukul delapan dan berakhir pukul sebelas. Setelah itu kami istirahat dan kelas selanjutnya berlangsung dari pukul dua sampai tiga siang. Selanjutnya terdapat kegiatan di luar kelas lainnya setelah itu.

Di kelas kami mempelajari materi bahasa Arab seperti durussulughah dan maharatul kalam. Disamping itu, kami juga mempelajari materi lain seperti muhadharah, munazhoroh, bahasa Inggris dan khat di luar kelas.

Apa kegiatan yang paling kalian sukai?

Kami sangat suka munazharah. Pembimbing memilihkan kami judul tertentu. Selanjutnya kami semua mengumpulkan materi yang terkait dengan judul tersebut. Pada kesempatan yang lalu saya (Fatma) mendapat kesempatan untuk menjadi moderator.

Kalian juga ada sesi praktik fotografi bukan, bagaimana menurut kalian?

Saya (Fatma) cukup menikmati kegiatan itu.

Kalau saya (Cise) lebih tertarik dengan materi khat.

Kurang dari sebulan lagi kalian akan kembali ke Turki. Apa saja jadwal kegiatan kalian sampai nanti kembali ke Turki?

Ya, benar. Kurang lebih tiga minggu lagi kami akan kembali ke Turki. Kegiatan belajar kami berjalan seperti biasa. Tapi nanti sebelum kembali ke Turki kami ada jadwal untuk rekreasi ke Bali selama satu  pekan. Setelah itu kami kembali ke UNIDA untuk persiapan kepulangan kami selama 4 hari. Selanjutnya kami akan ke Solo lalu ke Jakarta dan lanjut ke Turki.

Siapa yang akan menemani kalian ke Bali?

Kami berangkat sendiri tanpa ada perwakilan dari UNIDA. Kami sebelumnya pernah mendengar tentang Bali. Tempatnya bagus dengan pemandangan alam yang indah. Dan sudah banyak orang Turki yang melancong ke Bali sebelumnya. Selain itu, kami juga sudah terbiasa pergi sendiri.

Kalian tidak bisa berbahasa Indonesia, bagaimana kalian akan berkomunikasi di sana nanti?

(mereka tertawa)

Kami berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Kami pakai google translate, karena bahasa Inggris kami sangat kurang. Tapi untungnya beberapa teman kami memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Itu akan sangat membantu nanti.

Apakah ini pertama kalinya kalian datang ke Indonesia?

Iya, ini pertama kalinya kami datang ke Indonesia. Tapi kami pernah berkunjung ke negara lain selain Indonesia. Saya (Cise) pernah ke Kurdi. Itu juga untuk belajar bahasa Arab.

Kalau saya (Fatma) pernah berkunjung ke Palestina dan Syiria. Itu bukan dalam rangka belajar bahasa Arab. Saya ke sana untuk berwisata.

Apa pandangan kalian tentang bahasa Arab?

Bagi saya (Fatma) pribadi bahasa Arab adalah bahasa yang penting karena bahasa Arab adalah bahasa agama kita. Tapi saya tidak berencana untuk belajar bahasa Arab secara mendalam. Karena bagi saya bahasa itu, bahasa apapun, adalah media untuk berkomunikasi. Saya belajar bahasa Arab agar mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan untuk beberapa kebutuhan lainnya.

Pendapat saya (Cise) tidak jauh berbeda dengan Fatma. Bahasa Arab penting karena bahasa Arab adalah bahasa Islam. Dan saya juga tidak berencana untuk mempelajari bahasa Arab secara mendalam. Saya lebih tertarik pada pembelajarannya. Saya ingin belajar bagaimana caranya mengajar bahasa Arab.

Apakah kalian tau kalau orang Indonesia umunya berbicara setidaknya dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa daerah mereka? Apa kalian berbicara bahasa lain selain Turki dan Arab?

Ya ya, kami pernah mendengar hal itu. Hal itu tidak terjadi di Turki. Kalau saya (Fatma), selain bahasa Arab dan Turki, saya juga bisa berbahasa Kurdi.

Saya (Cise) tidak bisa berbahasa selain bahasa Arab dan Turki.

Sesi wawancara ditutup dengan sedikit perbincangan di luar wawancara. Pada saat itu Fatma mengutarakan keinginannya untuk mempelajari metode pendidikan dan pengajaran di Gontor khususnya bahasa Arab.[Atqiya]

Alhambra Night 3.0 Menjadi Penutup Khutbatu-l-‘Arsy UNIDA Gontor

Puisi Pascasarjana: Penampilan Perdana Teras Peradaban

Hikmah ‘Idul Adha: Mengambil Ibrah dari Kisah Nabi Ibrahim

Rektor IIUM Beribicara Tentang Kesan Terhadap Gontor