Wawancara Ketua Panitia A Joint Forum Indonesia-Turkey

Diskusi IZU dan HI UNIDA

UNIDA Gontor – Pada Selasa 13 Agustus 2019 kemarin, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Hubungan Internasional UNIDA Gontor mengadakan acara bersama mahasiswi IZU Turki. Acara yang bertempat di Ruang Pertemuan gedung Sirah Nabawiyah ini dilaksanakan atas kerjasama antara HMP HI dan HMP PBA sebagai panitia pelaksana kegiatan IZU Turki. Acara ini juga didukung oleh PUSDIKLAT UNIDA dan Lembaga Pusat Bahasa UNIDA.

Dalam acara ini HMP HI melakukan diplomasi people to peole sebagai bentuk penerapan pengetahuan yang diterima di dalam kelas. Bagaimana cara ini dapat terlaksana dan apa tujuannya? Simak petikan wawancara singkat kami dengan Rivaldo, Ketua Panitia A Joint Forum Indonesia-Turkey berikut ini:

Apa tajuk dari acara ini?

Acara ini bertajuk  A Joint Forum Indonesia-Turkey (Education-Religion-Culture) on Europe Region Studies.

Dari mana Ide awal acara ini?

Acara ini dilatar belakangi oleh usulan teman-teman HI-5 di kelas Studi Kawasan Eropa (SKE). Saat itu, kami (HI-5) bersama dosen pengampu, Ust. Belly Rahmon, S.IP, M.A. hendak mencari bentuk pembelajaran sekaligus praktek di kelas matkul SKE. Ada beberapa saran, hingga pada akhirnya kita diberikan tantangan oleh ust. Belly utk menyelenggarakan acara yg juga melibatkan mahasiwi IZU.

Kemudian HI-5 yang juga masih memegang HMP menjawab tantangan tersebut, kita mengajukan proposal ke Koordinator IZU, mahasiswa dari PBA, Alhamdulillah proposal acara tesebut disetujui, kemudian disepakatilah untuk menyelenggarakan acara pada tanggal 13Agustus 1019.

Jadi apakah acara ini acara salah satu mata kuliah atau acara dari Program Studi?

Prodi jelas memberikan nasehat dan arahan kepada HMP untuk kesuksesan acara. Jadi ada koordinasi dan integrasi maksimal anatara peran HMP dan Prodi disitu, bukan jalan sendiri-sendiri.

diskusi HMP HI dan IZU Turki

Diskusi HMP HI dan IZU Turki

Siapa saja yang hadir?

Yang hadir pada kesempatan ini adalah Kaprodi HI, Ustadz. Mohamad Latief, sejumlah dosen dari Prodi HI, dosen pembimbing mahasiswi IZU, mahasiswa HI semester 5, mahasiswi IZU dan ada beberapa mahasiswa dari fakultas Usuluddin.

Bisa dijelaskan gambaran umun tentang acara ini?

Acara ini dimulai dengan sambutna dari Kaprodi, , Ustadz. Mohamad Latief. Dilanjutkan dengan pemaparan makalah dari salah satu mahasiswi IZU Turki.

Selanjutnya acara dipisah menjadi tiga kelompok diskusi. Dan tiga tema diskusi itu adalah agama, pendidikan dan budaya.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif dengan Mahasiswi IZU Turki

Bisa dijelaskan apa tujuannya penyelenggaraan acara ini?

Terdapat dua tujuan dari acara ini. Pertama adalah tujuan yang kami harap akan dicapai oleh mahasiswa Hubungan Internasional UNIDA. Dan kedua dalah tujuan yang diharapkan dapat dicapai oleh teman-teman mahasiswi IZU Turki.

Tujuan bagi mahasiswa Hubungan Internasional adalah membuat suatu forum bersama orang luar negeri (Turki) untuk dapat mempraktikan ajaran diplomasi dengan mengutarakan pendapat dan mendengarkan respon dari komunikan.

Adapun tujuan bagi mahasiswi IZU Turki adalah untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam tentang Indonesia. Sebagai media untuk mempraktikan bahasa Arab. Karena sejatinya tujuan kedatangan mereka di UNIDA adalah untuk belajar bahasa Arab.

Dapat dijelaskan hasil dari acara ini?

Hasil dari acara ini, dapat disimpulkan bahwa praktik diplomasi tdak hanya dilakukan oleh Goverment to Goverment, tapi dapat juga dilakukan oleh People to People. Disamping itu, masing-masing mahasiswa dari kedua belah pihak merasa sangat bahagia dengan diadakannya acara ini.

Berapa hasil diskusi dieksportasi menjadi dokumen untuk kemudian disampaikan kepada Prodi Hubungan Internasional, Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan PUSDIKLAT.

Apa saja poin-poin hasil diskusi itu?

Salah satu pembahasan dalam diskusi adalah pesantren. Pesantern adalah sekolah 24 jam yang santrinya tinggal di asrama dan jarang sekali pulang ke rumah. Di pesantren masjid adalah pusat kegiatan. Di dalamnya terdapat aturan-aturan tertentu untuk membuat kehidupan di pesantren tertib. Di Turki juga ada boarding school. Namun, hasil dari diskusi tersebut menyimpulkan bahwa sistem pendidikan seperti pesantren tidak ada di Turki.

Selain itu juga dibahas tentang sistem pendidikan di Indonesai dan Turki. Indonesia dan Turki memiliki panjang masa belajar yang sama, yaitu selama 12 tahun. Perbedaaanya adalah dalam pembagian tingkatan sekolah (SD, SMP, SMA). Dibahas juga tentang sistem penerimaan mahasiswa di UNIDA serta mekanisme pemilihan jurusan.

Poin lain yang dibicarak adalah pariwisata. Baik Indonesia dan Turki memiliki banyak destinasi wisata. Di Turki, Istanbul menjadi tujuan utama wisatawan. Terdapat destinasi lain yang berkaitan dengan peninggalan Yunani, Romawi dan Turki Utsmani. Selain itu, terdapat banyak destinasi wisata alam, seperti selat Bosporus.[Atqiya]