Yudisium 57 Wisudawan Pascasarjana Kali Ini Istimewa

CIOS – Keheningan pagi aula CIOS tiba-tiba dipecahkan dengan riuh rendah kedatangan para calon wisudawan pascasarjana hari Senin (21/6). Berbaju putih, bersongkok dan celana hitam, mengubah usia mereka menjadi lebih muda sekian tahun, seakan kembali menjadi santri KMI yang hendak melaksanakan muhadharah (latihan pidato). Tak lama berselang, para dosen dan rektor mulai berdatangan menempati panggung yang sudah disiapkan panitia sejak semalam sebelumnya. Tepat pukul 09.00, acara dimulai oleh Al-Ustadz Helmy Fauzi selaku pembawa acara.

Agenda pagi itu adalah yudisium calon wisudawan pascasarjana dengan jumlah yang cukup banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 57 calon wisudawan ini terdiri dari 6 lulusan program magister Aqidah dan Filsafat Islam, 26 lulusan program magister Pendidikan Bahasa Arab, dan 25 lulusan program magister Hukum Ekonomi Syariah. “Bagi saya ini bukan hanya pascasarjana, tapi juga ‘paksa sarjana'”, canda Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, M.Phil, M.Ed, rektor UNIDA Gontor dalam sambutannya. Kontan, gelak tawa memenuhi aula CIOS tanda setuju.

Yudisium pascasarjana kali ini termasuk istimewa. Setidaknya ada 2 hal yang mendasari klaim tersebut. Pertama, jumlahnya yang terbilang jauh lebih banyak dibandingkan wisuda pascasarjana sebelumnya yang masih bisa dihitung jari. Kedua, adanya wisudawan pascasarjana dari guru senior berumur di atas 40 tahun. Di antaranya adalah Al-Ustadz Suwito Jemari dan Al-Ustadz Ervan Sukoco. Faktanya, beliau berdua mampu menyelesaikan masa studinya tepat waktu 4 semester. Hal ini sangat diapresiasi oleh bapak Rektor yang sekaligus merekomendasikan beliau untuk terus menulis dan melanjutkan studi S3 mendatang.

Tak tertinggal, Direktur Pascasarjana UINIDA Gontor Dr. Khalid Muslih, MA turut memberi sambutannya dengan mewanti-wanti para wisudawan agar tetap berorientasi menjadi insan anfa’uhum linnas, paling bermanfaat bagi sesama manusia. Terlebih bekal ilmu yang didapat dari UNIDA Gontor sudah lebih dari cukup untuk menjadi bekal beramal di masyarakat.

Dalam acara ini, beberapa wisudawan mendapat penghargaan sebagai mahasiswa istimewa dari rektor yang meliputi: IPK tertinggi, tesis terbaik, publikasi terbanyak, masa studi tercepat, dan hafalan Al-Quran terbanyak. Setiap kriteria dibagikan di setiap prodi dan diserahkan oleh masing-masing Ketua Prodi.

Di akhir, Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasy, MA memimpin doa dengan harapan agar setiap wisudawan tidak hanya mendapat ilmu yang banyak namun juga barakah. Acara ditutup dengan perfotoan bersama di depan aula CIOS disusul perfotoan bersama dosen setiap program studi. (red/AH)

Amir Hidayatullah

Amir Hidayatullah

Seorang sarjana Islam dari Universitas Darussalam Gontor, alumni KMI Gontor 2014 SMART Generation, dan guru Gontor 2 selama 7 tahun. Pemain musik dan maniak teknologi ini menempuh studi Magister Pascasarjana UNIDA Gontor bidang Aqidah dan Filsafat Islam sejak tahun 2020.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Artikel Terkait:

TOP