Pembacaan Disiplin Mahasiswa Pascasarjana

SIMAN. Sebagai salah satu kunci dari eksistensi Undia Gontor, disiplin menjadi ciri khas sendiri bagi Universitas berbasis Pesantren. Tentunya mahasiswa program pascasarjana (PPs) pun tidak luput dari berbagai disiplin tersebut. Oleh karenanya, pada Sabtu malam (20/05) diadakan pembacaan disiplin. Kegiatan tersebut rutin diadakan setiap awal semester untuk mengenalkan disiplin bagi mahasiswa baru, serta mengigatkan kembali disiplin tersebut bagi mahasiswa lama.

Acara yang di laksanakan di aula teras peradaban ini dinisiasi oleh Direktorat Kepesantrenan (DKP) bekerjasama dengan jajaran dewan mahasiswa (DEMA) PPs. Mewakili DKP adalah Usmanul Khakim, M.Ag. selaku penanggung jawab pembinaan mahasiswa PPs. Turut hadir dalam acara ini, direktur dan asisten direktur PPs, Dr. Mohammad Kholid Muslih, M.A., dan Dr. Jarman Arroisi, M.A.

Acara dimulai dengan arahad dari Direktur PPs yang mengingatkan bahwa mahasiswa PPs merupakan uswah bagi mahasiswa yang lain maka dituntut untuk bisa menjadi pribadi yang sebaik mungkin. Hal tersebut juga harus menjadi kesukuran bagi para mahasiswa karena telah mencapai derajat ini dengan secara aktif meningkatkan kelayakannya sebagai mahasiswa Pps.

Poin-poin tersebut juga didukung oleh asisten direktur yang menekankan akan pentingnya mengatur diri, terutama dalam hal membagi waktu. Tentu jangan sampai mahasiswa pps hanya berfokus pada kegiatan akademik namun tidak mau mengikuti kegiatan lain, atau justru sebaliknya, terpaku dengan kegiatan non-akademik hingga tidak menghiraukan kegiatan akademik. Tidak lupa asisten direktur juga mengingatkan agar para mahasiswa tidak lupa mengisi Angka Kredit Penunjang Mahasiswa (AKPAM) sebagaimana yang telah berlaku.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan poin disiplin oleh perwakilan dari DKP. Diantara poin yang ditekankan adalah terkait asrama. Dengan sudah disediakannya asrama khusus bagi mahasiswa PPs yaitu di gedung Ali bin Abi Tholib, maka sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak berasrama. Namun tentu hal ada beberapa pengecualian bagi mahasiswa yang sudah menikah, maka dijelaskan pula bagaimana tata cara perizinan dan sebagainya.

sebelum ditutup, Muhammad Sofyan, selaku ketua dema juga berkesempatan untuk menjelaskan secara singkat program-program yang sudah tersusun. Diharapkan seluruh mahasiswa Pps dapat mengambil peran dalam beragam program tersebut.

Penulis: Ahmad Jakiyudin
Editor: Muhammad Anshori